Malangtimes

Berselisih Paham, Anies Baswedan Disebut Melanggar oleh NUgarislucu, PKS: Tidak Perlu Dibesar-besarkan

Dec 18, 2022 16:14
Anies Baswedan. (Foto dari internet)
Anies Baswedan. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Anies Baswedan merupakan calon presiden (capres) 2024 dari Partai NasDem. Mendekati pemilu, setiap kegiatan para capres akan mendapat perhatian yang lebih dari masyarakat maupun pihak-pihak yang lain.

Yang terbaru, Anies kembali menjadi sorotan usai menceritakan histori penggunaan tradisi baju batik.

NUgarislucu melalui Twitternya menilai hal itu merupakan sebuah pelanggaran.

Menanggapi pernyataan dari NUgarislucu itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun mengomentari postingan potongan video tersebut.

"Saya kira jawaban Pak Anies sudah tepat. Beliau menjelaskan histori penggunaan tradisi baju batik. Kalau dibaca secara utuh penjelasan lengkapnya, pesannya bukan pakai baju batik itu pelanggaran, tetapi perubahan atas tradisi yang pakem atas kain batik itu justru memunculkan kreativitas dan inovasi baru," kata juru bicara PKS Muhammad Kholid, Sabtu (17/12/2022).

Kholid menambahkn, pernyataan Anies soal sejarah batik tersebut tidak ada yang salah. Dia justru menyebut akun NUgarislucu-lah yang salah menangkap pesan tersebut.

"Jadi, akun NUgarislucu salah menangkap pesan tersebut. Perlu lebih cermat dan hati-hati dalam menyebarkan pesan," ucapnya.

Kholid menyebut pernyataan itu hanya menimbulkan salah paham lantaran tidak disimak secara utuh. Dia meminta agar hal itu tidak dibesar-besarkan.

"Iya, jadinya salah paham saja. Tidak perlu dibesar-besarkan. Kalau simak video secara utuh, saya kira pesannya akan dapat diterima dengan baik," ujar dia.

Mulanya akun Twitter @NUgarislucu mengunggah potongan video berisi Anies Baswedan bicara soal 'pakai baju batik adalah pelanggaran'.

Kemudian, melalui akun media sosialnya, Anies membalas cuitan @NUgarislucu. "Batik itu dipakainya kain bapak ibu. Batik itu dipakainya untuk sarung, tidak ada orang pakai batik untuk baju bapak ibu. Coba, diingat-ingat, nggak ada. Batik itu dipakainya untuk kain, lalu atasnya kebaya. Kemudian terjadilah pelanggaran atas pakem itu, kain itu yang dipakainya di bawah dipakai untuk baju dan ketika pertama kali digunakan orang menengok ini nggak sopan pelanggaran nggak ngerti pakem, diikuti banyak orang, sekarang jadi baju batik identitas Indonesia. Pelanggaran itu sekarang menjadi kebiasaan baru," ucap Anies dalam potongan video yang diunggah @NUgarislucu seperti dilihat, Jumat (16/12) kemarin.

Dalam video yang diunggah @NUgarislucu, ada narasi 'Jadi menurut Anies, pakai baju batik itu merupakan pelanggaran'. Selain itu, ada juga twit 'Rungokno gus @irfan_nuruddin paham ora?' (Dengarkan gus Irfan Nuruddin paham nggak?).

Anies kemudian meminta akun @NUgarislucu mengecek video lengkapnya terlebih dahulu. Anies juga mengatakan video itu ada keterangan tanggal pengambilannya.

"Cek video lengkapnya dulu yuk, Min @NUgarislucu. Sampaikan kebenaran walaupun itu kurang lucu," tulis Anies sambil menyertakan emoji senyum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru