Malangtimes

Founder Lembaga Survei Sebut Slogan Baru Jakarta Promosikan Anies Baswedan

Dec 14, 2022 17:10
Founder lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio atau Hensat. (Foto dari internet)
Founder lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio atau Hensat. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Founder lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio atau Hensat memberikan penilaiannya mengenai slogan baru Jakarta 'Sukses Jakarta untuk Indonesia'.

Menurut Hensat, slogan yang dibuat oleh Pj Gubernur Heru Budi itu justru semakin mempopulerkan Anies.

"Harusnya bisa dilihat juga apa yang dilakukan oleh Pak Heru sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta itu sebagai hal-hal yang justru mengingatkan Indonesia kepada Anies Baswedan. Malah saya menduga jangan-jangan tidak seperti yang dibayangkan bahwa ada kompetisi antara Pj Gubernur Jakarta Pak Heru dengan Pak Anies Baswedan," kata Hensat dalam keterangannya, Rabu (14/12/2022).

Lebih lanjut, Hensat menilai slogan baru itu mengandung pernyataan bahwa kesuksesan Jakarta merupakan kerja keras Anies.

 "Karena di beberapa hal, saya malah menilai justru jangan-jangan Pak Heru ini jadi tim suksesnya Pak Anies Baswedan, karena membantu Anies lebih populer. Contoh ya, slogan baru Jakarta yang 'Sukses Jakarta untuk Indonesia'. Itu kan jelas terlihat bahwa pesan untuk Indonesia tentang Anies Baswedan," lanjut Hensat.

Hensat menambahkan, di era kepemimpinan Anies, ia menjadi top of mind gubernur DKI Jakarta. Jadi, slogan baru itu secara tidak langsung mengartikan kesuksesan Anies selama memimpin Jakarta,

"Karena dari berbagai hasil survei, coba cek deh, termasuk lembaga survei KedaiKOPI, itu Anies Baswedan top of mind-nya adalah gubernur Jakarta. Jadi kalau dia bilang 'Sukses Jakarta untuk Indonesia' ya itu Anies Baswedan untuk Indonesia itu bisa diartikan," tambahnya.

Lalu, Hensat juga mengatakan bahwa Pak Heru adalah orang baru di Jakarta. Di mana dirinya belum melakukan kesuksesan apa-apa karena ia masih baru menjabat. Jadi, slogan yang ia buat itu secara otomatis menceritakan kesuksesan Gubernur yang sebelumnya.

"Kedua, Pak Heru kan baru ya di Jakarta sebagai Pj. Jadi pasti belum ada tuh kesuksesan yang dia buat kan, karena masih baru. Jadi tidak mungkin dia bicara tentang dirinya yang sukses. Jadi dia bicara tentang gubernur sebelumnya yang sukses, untuk Indonesia," imbuh Hensat.

Kemudian, Heru juga mengaitkan jabatan Heru dengan Jokowi. Dimana, Heru adalah orang yang ditunjuk Jokowi untuk bertugas menggantikan Anies.

"Kalau kita tarik lagi lebih ke atas, Pak Heru ini kan penugasan bukan dipilih rakyat, ditugaskan oleh Presiden di Jakarta. Kalau kemudian dia keluarkan blessing sukses untuk Indonesia kan bisa jadi ada blessing juga tuh dari Pak Jokowi terhadap slogan itu," katanya.

Hensat juga menilai, kalau isu Jokowi berseberangan dengan Anies itu salah. Dimana saat ini Jokowi tengah menjalin komunikasi dengan para capres 2024 termasuk Anies.

"Jadi kalau ada orang mengatakan bahwa Pak Jokowi berseberangan dengan Anies Baswedan itu bisa jadi tidak terbukti tuh, malah kemungkinannya Pak Jokowi justru sedang membina komunikasi dengan semua calon presiden," katanya.

"Pertemuan Anies dan Gibran juga salah satunya. Jadi menurut saya tidak perlu diperuncing apa yang dilakukan Pak Heru sebagai Pj DKI dengan apa yang telah dilakukan oleh Anies Baswedan," lanjutnya.

Disamping itu, soal pergantian BUMD menurut Hensat hal itu adalah hal yang wajar, dimasa kepemimpinan Anies hal itu juga terjadi.

"Kalau pergantian-pergantian direksi BUMD kan wajar ya, Mas Anies juga pada saat jadi gubernur juga melakukan pergantian direksi BUMD," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru