Malangtimes
Anugerah Desa Terbaik TIK Kabupaten Malang 2022

Wujudkan Smart Village, Pemkab Malang Bakal Sediakan Jaringan Internet di Tingkat Desa

Dec 12, 2022 18:39
Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto saat memberikan pengarahan sekaligus membacakan sambutan dari Bupati Malang HM Sanusi pada agenda Anugerah Desa Terbaik TIK Kabupaten Malang 2022. (Foto : Jatim Times)
Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto saat memberikan pengarahan sekaligus membacakan sambutan dari Bupati Malang HM Sanusi pada agenda Anugerah Desa Terbaik TIK Kabupaten Malang 2022. (Foto : Jatim Times)

JATIMTIMES - Bupati Malang HM Sanusi melalui Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto, menyatakan telah menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang, untuk segera menghadirkan jaringan internet di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Malang.

Didik, sapaan Wabup Malang, menuturkan langkah menyediakan jaringan internet tersebut, dilakukan guna mendukung program Pemkab Malang dalam mewujudkan smart village.

"Kabupaten Malang dengan 33 kecamatan dan geografis yang sedemikian luar biasa ini, menjadi tugasnya Diskominfo untuk segera berkomunikasi dengan provider. Dengan menggandeng penyedia jasa internet, kecamatan dan desa yang belum terjangkau internet bisa segera terfasilitasi," ungkap Wabup Didik saat malam Anugerah Desa Terbaik TIK Kabupaten Malang 2022 di Warung Tani, Minggu (11/12/2022).

Jika semua wilayah di Kabupaten Malang sudah terfasilitasi jaringan internet, Didik optimis langkah Pemkab Malang dalam mewujudkan smart village bisa segera terealisasi.

"Bapak Bupati telah menerima penghargaan lebih dari 38, baik tingkat nasional maupun internasional. Maka ini menjadi pemicu dan semangat, bagaimana ke depan harus semakin menjadi garda terdepan. Harapan kita, bagaimana Kabupaten Malang ini menjadi pilot project wilayah lain di Jawa Timur maupun di Indonesia," ujarnya.

Secara gambaran umum, dijelaskan Didik, program desa digital melalui smart village ini, salah satunya fokus pada pelayanan prima. Termasuk di sektor perizinan maupun beberapa sektor lain di bidang pelayanan pemerintahan.

"Meski berkegiatan di manapun tetapi kinerja tetap bisa kita jalankan. Caranya dengan digitalisasi, melalui aplikasi cukup di acc Kepala Dinas, di tanda tangani secara elektronik dan segera di proses. Ketika tiba di tempat, baru di tanda tangani manualnya. Kalau ini bisa terjadi, pasti luar biasa," ulasnya.

Menurut Didik, langkah desa digital berbasis smart village ini harus segera terwujud pada tahun 2023 mendatang. Sebab, jika tidak demikian, dikhawatirkan dapat menghambat proses pelayanan kepada masyarakat. Mengingat dalam setiap harinya banyak kegiatan yang dilakukan oleh jajaran pemerintahan di Kabupaten Malang.

"Sehingga kegiatan Pemkab Malang bisa terus melaju, tidak terbengkalai. Bapak Bupati bersama dengan Perangkat Daerah (OPD) hampir setiap hari berkegiatan, tidak pernah putus. Rata-rata kita berkegiatan 12 hingga 15 kali, dan tidak jarang mengharuskan keluar (kantor, red)," ucapnya.

Sementara itu, langkah pertama yang dilakukan oleh Pemkab Malang melalui Diskominfo adalah dengan menggelar Anugerah Desa Terbaik TIK Kabupaten Malang. Nantinya, dari hasil evaluasi pada agenda tersebut, akan dijadikan acuan untuk merealisasikan desa digital berbasis smart village di Kabupaten Malang.

Diskominfo Kabupaten Malang

"Saya sudah berbicara dengan Bapak Bupati, saya juga sudah berkoordinasi dengan Ketua DPRD (Kabupaten Malang). Insyaa Allah (tahun) 2023 proses penganggaran dalam rangka mendukung smart village itu bisa kita realisasikan," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru