Malangtimes

Komentari Kekalahan Persis Solo, Kaesang Beri Sindiran ke Arema 

Dec 12, 2022 08:42
Komentar Kaesang Pangarep yang disebut sindir Arema FC (foto: TikTok @Koden_a87)
Komentar Kaesang Pangarep yang disebut sindir Arema FC (foto: TikTok @Koden_a87)

JATIMTIMES - Direktur Utama Persis Solo, Kaesang Pangarep beri respon atas kekalahan timnya dari Arema FC pada pertandingan pekan ke-13 BRI Liga 1 2022/2023 pada Minggu (11/12/2022). 

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Kaesang memberi sindiran halus kepada Arema FC atas skor 1-2. 

Melalui Instagram @persisofficial, Minggu (11/12/2022) Kaesang tak marah walau Persis Solo kalah dari Arema FC. Justru Kaesang menyebut Liga 1 2022/2023 akan terhenti bila Persis Solo menang melawan Arema FC. 

"Gapapa kalah, kalo kamu menang malah liga berhenti lagi," tulis Kaesang melalui akun @kaesangp. 

Selain itu, melalui akun Twitternya, putra bungsu Presiden Jokowi yang baru menikah pada Sabtu (10/12/2022) itu juga memberikan komentar sindiran kepada Arema. 

"Wes kalah rapopo. Nek koe menang malah aku deg-degan (sudah tidak apa-apa kalah. Jika kamu menang aku justru deg-degan). Kalau begini aku bisa fokus ke acaraku malam nanti," cuitan Kaesang di Twitter. 

Ungkapan Kaesang melalui Instagram dan Twitter itu seolah menyindir insiden Kanjuruhan yang menewaskan 135 nyawa itu. Pasalnya saat itu, Arema FC kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3, pada 1 Oktober 2022. 

Usai laga itu, beberapa Aremania turun ke lapangan Stadion Kanjuruhan untuk memberikan dukungan kepada pemain, Adilson Maringa Cs. 

Alih-alih menembakkan gas air mata ke arah selatan untuk menghalau suporter yang turun ke lapangan, namun gas air mata malah ditembakkan ke arah tribun. Dimana saat itu penonton dari anak kecil hingga perempuan masih banyak yang duduk di tribun. 

Gas air mata itu sontak memicu kepanikan massa yang berhamburan keluar. Tak hanya itu, sayangnya dari empat pintu yang ada di sisi selatan stadion, hanya ada satu pintu saja yang terbuka. 

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) sebagai tim investigasi yang dibentuk pemerintah terkait Tragedi Kanjuruhan ini mengungkapkan hasil bahwa gas air mata menjadi penyebab kematian massal suporter Aremania. 

Hingga saat ini, Aremania terus melakukan unjuk rasa karena penyidikan soal Tragedi Kanjuruhan itu disebut tidak ada perkembangan signifikan. Sebab dalam proses penyidikan itu tidak ada pasal tambahan dan tersangka baru. 

Diberitakan sebelumnya, atas Tragedi Kanjuruhan itu enam tersangka dijerat dengan pasal 359 KUHP dan atau pasal 360 KUHP tentang kelalaian. Enam tersangka itu adalah Dirut PT LIB Ahmad Hadian Lukita; Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang, Abdul Haris; Kabag Ops Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto; Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi; Komandan Kompi Brimob Polda Jatim, AKP Hasdarman; Security Steward, Suko Sutrismo. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru