Malangtimes

Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Beri Penguatan Pendampingan Siswa dan Stakeholder ABK

Dec 09, 2022 20:07
Dekan FIP Unikama Dr Tri Wahyudianto SPd MSi saat memberikan sambutan (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)
Dekan FIP Unikama Dr Tri Wahyudianto SPd MSi saat memberikan sambutan (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) berkeyakinan terus melahirkan tenaga pendidik yang berkualitas. Salah satunya yakni berperan dalam mewujudkan penerapan pendidikan inklusi dan pembelajaran diferensiasi bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Dalam program hibah Kompetisi Kampus Merdeka, Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang menggandeng Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) baik di Kota dan Kabupaten Malang pada sebuah forum, Jum’at (9/12/2022), bertajuk “Penguatan Pendampingan Siswa dan Stakeholder ABK pada Mahasiswa PGSD Unikama”.

Forum diskusi yang bertempat di Auditorium Unikama ini bertujuan untuk mengupas tantangan calon guru PGSD kedepan. Terutama dalam mendukung pendidikan inklusi yang berkelanjutan.

“Guru PGSD dihadapkan tidak hanya pada tantangan mendidik, namun juga keterampilan yang mengarah pada era 5.0. Bagaimana bisa mengimplementasikan pengalaman dan pengetahuan di tempat kerja (sekolah),” ujar Kepala Prodi (Kaprodi) PGSD Unikama Dr Cicilia Ika Rahayu Nita MPd.

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 100 mahasiswa dari PGSD dari angkatan 2019 hingga 2022 itu diharapkan mampu menyerap ilmu dan pengalaman baru. Karena di sana juga dilibatkan peserta didik dan orang tua peserta didik pendamping ABK.

“Mereka kita minta sharing bersama untuk menguatkan mahasiswa kami. Bagaimana menghadapi anak-anak, pendampingannya seperti apa sampai mengeksplorasi (potensi) bagaimana,” terang Cicilia.

Sehingga, Cicilia berharap mahasiswa PGSD Unikama tidak hanya sekadar paham secara teoritik, juga dalam praktik dan pengalaman di lapangan. Dan ketika menghadapi peserta didik berkebutuhan khusus, mereka telah siap dengan segala kesulitan yang ada.

“Pada praktiknya, kategori ABK itu macamnya banyak sekali dan penangannya berbeda. Maka, tidak cukup pada teori dan konsep tapi harus dihadapkan langsung dengan pendekatan emosional,” imbuhnya.

Sementara itu, Dekan FIP Unikama Dr Tri Wahyudianto SPd  MSi dalam sambutannya menjelaskan bahwa forum diskusi ini merupakan wujud sinergitas terkait kebutuhan penerapan pendidikan inklusi yang berkelanjutan. Dan ia berharap kegiatan ini mampu memberikan pengalaman berharga, utamanya bagi para mahasiswa yang kedepan dapat dimanfaatkan.

“Sebagai guru, harus bisa memberikan pelayanan terbaik pada perkembangan potensi peserta didik ke arah optimal, terlepas dari pribadi anak didik yang ada di sekolah itu,” tutur Tri Wahyudianto.

“Karena anda (mahasiswa) nanti di luar sana akan menghadapi semua pendidikan kita. Baik pendidikan inklusi maupun diferensiasi. Layanan profesional kita akan berhadapan dengan ini semua. Ini adalah tantangan tersendiri,” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru