Malangtimes

RDTR Karangploso dan Lawang jadi Fokus DPKPCK, Ini Alasannya

Dec 09, 2022 19:29
Bupati Malang, HM. Sanusi saat menyampaikan paparannya di Jakarta beberapa waktu lalu.(Foto: Istimewa).
Bupati Malang, HM. Sanusi saat menyampaikan paparannya di Jakarta beberapa waktu lalu.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pembenahan wilayah Kecamatan Karangploso dan Lawang menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Bahkan secara terkhusus, hal itu juga telah dibahas bersama Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang HM. Sanusi memimpin rombongan Pemkab Malang untuk menemui pihak Kementerian ATR BPN. Dalam pertemuan itu, Pemkab Malang mengajukan rencana detil tata ruang (RDTR) untuk wilayah Karangploso dan Lawang.

"Jadi intinya, yang jelas RDTR adalah rencana rinci dari RTRW, yang saat ini masih proses revisi. RTRW itu petanya 1:25.000 kalau RDTR itu 1:5.000 sehingga lebih rinci dan lebih detil," ujar Sub Koordinator Penataan Ruang dan Bangunan Dinas Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Dito Anarpito, Jumat (9/12/2022).

Sedikit lebih detil Dito menjelaskan, dalam RDTR tersebut nantinya dimaksudkan untuk menentukan arah pengembangan kawasan itu, yakni Lawang dan Karangploso. Terutama untuk lebih fokus dalam kegiatannya secara langsung. 

"Itu sudah lebih fokus sama kegiatannya. Yang diajukan nanti semoga lebih baik, sehingga tidak ada overlay atau tumpang tindih terkait sama peruntukan yang ada selama ini," jelas Dito.

Hal tersebut juga mengingat dua wilayah itu menjadi gerbang masuk menuju wilayah Kabupaten Malang. Dan keduanya juga menjadi daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah lain. 

Yakni Kecamatan Lawang dengan Kabupaten Pasuruan dan Kecamatan Karangploso dengan Kota Batu. Sedangkan di tengahnya, Kecamatan Singosari juga sudah terhubung dengan adanya exit tol. 

Dito mengatakan, secara umum RDTR Karangploso dan Lawang itu memang dimaksudkan agar pembangunan dua kawasan itu bisa lebih sesuai dalam jangka panjang. Baik untuk industri, maupun rencana investasi lain. 

"Jadi agar bisa saling mendukung keduanya. Sebab meskipun exit tol di Karanglo itu masuk wilayah Singosari. Ternyata masih ada kecenderungan masyarakat ini untuk datang ke Lawang dan Karangploso. Ini yang perlu dikuatkan," terang Dito. Untuk itu, dirinya menyebut perlu adanya daya dukung dan daya tampung bagi kedua wilayah tersebut. 

Sebagai informasi, dalam diskusi lintas sektor (Linsek) bersama Pemerintah Pusat itu, Bupati Malang HM. Sanusi memimpin rombongan yang terdiri dari beberapa jajajaran OPD. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru