Malangtimes

Fakta-Fakta Bom Bunuh Diri di Astana Anyar Bandung

Dec 09, 2022 13:13
Kondisi setelah bom bunuh diri meledak di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. (Foto dari internet)
Kondisi setelah bom bunuh diri meledak di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Pihak kepolisian terus menerus memberikan informasi mengenai perkembangan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung. 

Bom bunuh diri itu terjadi di Polsek Astana Anyar, pada Rabu (7/12). Pelaku dari bom bunuh diri itu sendiri meninggal di tempat kejadian.

Sementara, untuk identitas pelaku sudah terkuak. Pelaku bernama Agus Sujatno (34).

Agus merupakan mantan napi terorisme yang ditahan di LP Nusakambangan. Pelaku juga disebut merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jabar.

Peristiwa ledakan bom bunuh diri itu selain menewaskan Agus, juga menewaskan 1 orang anggota polisi dan 8 anggota polisi lainnya mengalami luka-luka.

Di samping itu, polisi kini telah memberikan informasi yang terbaru mengenai bom yang dibawa pelaku.

Bom tersebut rupanya mengandung residu TATP (triacetone triperoxide). Polisi menyebut saat pihaknya tengah mengkaji lebih jauh.

Informasi itu disampaikan oleh Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Yuri Karsono saat melakukan konferensi pers pada Kamis (8/12/2022) kemarin.

"Kemudian juga kita dapati residu TATP. Terkait dengan ledaknya, tim kami dari Jibom maupun Puslabfor lagi mengkaji itu. Nanti kita akan sampaikan kemudian," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Karo Penmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkap ada dua bom panci yang dibawa pelaku.

Bom panci itu dimasukkan ke ransel yang berada di punggung dan bagian dada pelaku.

"Terkait dengan bom kami tadi jelaskan bahwa pelaku membawa dua bom yang berbentuk ransel, pertama di punggung kedua di depan dada," kata Ramadhan.

Ramadhan kemudian mengungkap bahwa bom yang meledak pada saat itu adalah bom yang berada di punggung pelaku.

Sementara bom yang berada di ransel depan pelaku tidak meledak melainkan terpental.

"Namun peristiwa itu yang meledak adalah yang ransel punggung, ketika meledak yang di dada terpental," ujarnya.

Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Yuri Karsono mengungkap hal yang sama. Ia kemudian menjelaskan bom yang terpental itu didisposal oleh tim jibom

Yuri menjelaskan, bom itu meledak di dua lokasi yang berbeda karena terpental. Jadi kemarin terdengar ada ledakan kedua kalinya.

"Kemudian kalau rekan-rekan dengar kemarin ada disposal ya itu kami disposal, karena sifatnya sensitif sehingga kita disposal," ucapnya.

Yuri lalu mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan jika sudah memiliki hasil akan disampaikan.

"Kemudian terkait dengan rangkaian lain, kita masih mendalami teman-teman dari jibom, Korps Brimob nanti kita akan sampaikan setelah lengkap," ucapnya.

Lalu, polisi kini tengah memeriksa 3 anggota keluarga Agus. Hal itu disampaikan oleh Yuni.

Yuni mengatakan pihaknya saat ini tengah menggali informasi lebih dalam mengenai pelaku, yakni Agus.

"Untuk pemeriksaan terhadap keluarga pelaku saat ini sedang berlangsung, ada tiga orang yang sedang diperiksa. Tim penyidik masih menggali keterkaitan ketiga keluarga ini dengan tersangka bom bunuh diri," ujarnya.

Yuni lalu menjelaskan saat ini tim penyidik sudah mengumpulkan 23 bukti dari serpihan bom dan juga CCTV.

"Mengenai barang bukti yang sudah diamankan, ada 23 barang bukti, yaitu adalah serpihan bom, kemudian bom yang sudah disposal bom pancinya. Kemudian sepeda motor, kemudian selembaran yang menempel pada motor tersebut, kemudian HP dan beberapa DVR dari beberapa CCTV yang sudah kami amankan," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru