Malangtimes

PKS Tanggapi Pernyataan Bamsoet Soal Penundaan Pemilu 2024

Dec 09, 2022 12:45
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto dari internet)
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - PKS menanggap pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) soal penundaan pemilu yang di lihat dari korelasi tingkat kepuasan responden di survei Poltracking.

PKS mengatakan Bamsoet tidak bisa menyamakan hal tersebut dengan keinginan Jokowi tiga periode.

"Kepuasan masyarakat tidak bisa dimaknai ingin tiga periode," ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Kamis (8/12/2022)

Mardani mengatakan setiap lembaga survei memiliki metodologi dan tujuan yang berbeda. Dari metodologi lain menyatakan masyarakat menolak Jokowi 3 periode.

"Beberapa lembaga survei yang khusus menanyakan tentang tiga periode untuk Pak Jokowi hasilnya mayoritas menolak," lanjutnya.

Hal yang serupa juga dikatakan oleh Juru bicara PKS M Kholid. Ia menilai hasil survei Poltracking tak bisa menjadi dasar hal tersebut. Menurutnya, perpanjangan masa jabatan mesti didasari pada konstitusi.

"Basisnya bukan dengan survei tingkat kepuasan publik, tetapi basisnya konstitusi," kata Kholid dalam keterangannya, Jumat (9/12/2022).

Lebih lanjut Kholid mengatakan pernyataan Bamsoet itu kurang bijaksana. Kholid kemudian menyayangkan pernyataan itu, ia mengatakan seharusnya Bamsoet menjadi penjaga konstitusi.

"Saya kira pandangan Pak Bambang Soesatyo kurang bijaksana. Sebagai Ketua MPR RI beliau harus menjadi the guardian of constitution, penjaga konstitusi," kata Kholid.

Kholid menambahkan seharusnya suara nurani dan akal sehat bangsa harus dijaga oleh MPR RI. 

"Suara nurani dan akal sehat bangsa harus dijaga oleh MPR RI. Tidak boleh ada sedikitpun celah untuk membuka peluang munculnya agenda penundaan pemilu, perpanjangan periode kekuasaan presiden dan wakil presiden, atau isu-isu lain yang justru melemahkan komitmen ketaatan kita kepada konstitusi, demokrasi dan reformasi," sambungnya.

Kholid kemudian berharap pernyataan yang disampaikan oleh Bamsoet itu bisa menunjukkan sikap negarawan.

"Bukan sikap pragmatis atau oportunis. Semoga demokrasi kita tetap terawat dan terjaga on the track sesuai cita cita reformasi," tuturnya.

Kholid bahkan secara terang-terangan menolak jika pemilu 2024 harus ditunda. Kholid menilai, penundaan pemilu itu bukan peredam melainkan menjadi pemanas politik.

"Solusi menghangatnya suhu politik bukan dengan penundaan pemilu atau perpanjangan kekuasaan. Tapi solusinya, adalah politik diarahkan kepada adu gagasan dan kebijakan. Buzzer politik harus ditertibkan," tandasnya.

Sebelumnya, Bamsoet menyampaikan pernyataan bahwa pengadaan pemilu 2024 harus dipikirkan lagi.

Ia menilai masyarakat mau Jokowi 3 periode dengan melihat hasil kepuasan masyarakat yang meningkat.

"Terkait dengan kepuasan publik atau masyarakat terhadap pemerintah Presiden Jokowi tentu tidak terlepas dari berbagai prestasi dan pencapaian yang dilakukan kedua beliau, baik pak Jokowi atau pak Maruf Amin," kata Bamsoet dalam paparannya saat rilis Survei Poltracking Indonesia secara virtual, Kamis (8/12/2022).

Terlepas dari situ, Bamsoet mempertanyakan korelasi angka tersebut dengan keinginan masyarakat dipimpin Jokowi.

"Pertanyaan pentingnya bagi saya bukan soal puas atau tidak puasnya publik. Tapi apakah ini berkorelasi dengan keinginan publik untuk terus presiden Jokowi ini memimpin kita semua," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru