Malangtimes

Viral, Wanita Curhat Dihamili Oknum Polisi, Disuruh Gugurkan hingga Diperlakukan Kasar

Dec 09, 2022 08:18
Kebersamaan Anggita dan pacarnya yang disebut oknum polisi (foto: @agitas.s)
Kebersamaan Anggita dan pacarnya yang disebut oknum polisi (foto: @agitas.s)

JATIMTIMES - Beredar video di TikTok curhatan seorang wanita yang mengaku berpacaran dan dihamili oleh oknum polisi. Namun oknum polisi disebut minta kandungan digugurkan hingga lakukan kekerasan fisik pada wanita itu. 

Pengakuan itu kali pertama diunggah oleh akun @agitas.s. Dalam unggahannya, wanita bernama Anggita itu memposting foto bersama dengan pacarnya yang berseragam polisi. 

Kemudian Anggita juga mengunggah bukti testpeck yang hasilnya adalah garis dua alias hamil. Bahkan keduanya juga telah memeriksakan kehamilannya ke salah satu bidan di kawasan Pamulang Timur. 

Dalam video itu, Anggita juga mengunggah bukti percakapan dimana pacarnya yang disebut oknum polisi minta menggugurkan kandungannya. Alasannya karena malu dengan pandangan orang. 

Dalam percakapan itu juga menunjukkan jika pacar Anggita mau melanjutkan hubungan dengan syarat kandungan digugurkan terlebih dulu.

Di akhir video, Anggita menunjukkan beberapa bukti kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh pacarnya. 

"Kepada YTH Bapak Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Bapak Kapolda Metro Jaya, Bapak Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Eko Wahyu Fredian S.I.K beserta jajaran tanpa mengurangi rasa hormat saya mohon untuk memperhatikan anggotanya yang dengan sengaja telah melakukan pelanggaran kode etik dan mohon ditindaklanjuti untuk keadilan bagi diri saya. Terima kasih," tulis Anggita sembari menandai akun Kepala Kepolisian RI, Kapolda Metro Jaya dan Polres Kepulauan Seribu. 

Pada unggahan lainnya, Anggita juga menyebut bahwa dirinya telah malaporkan perbuatan pacarnya ke Propam Polisi sejak 13 Juni 2022. 

"Qodarullah tetap berproses, hanya saja dibalik terlaporku ini banyak campur tangan karena mereka keluarga anggota, yah aku yang masyarakat biasa biasa apa (?)," tulis Anggita pada unggahan lainnya. 

Anggita juga mengaku bahwa dirinya telah melaporkan pacarnya ke pihak kepolisian. 

"Aku juga berjuang untuk pidana umumnya, jadi untuk yang tanya dan komen mau sama mau, bukan perihal mau sama maunya karena ada unsur2 lain seperti kekerasan fisik dan verbal yang berulang kali juga hal-hal lain," kata Anggita. 

"Yang diperjuangkan bukan karena mau sama maunya, tapi kerugiannya mungkin kalau yang hilang barang bisa diganti dan beli lagi, tapi kalau yang hilang adalah nyawa, kesehatan mental, fisik dan psikis bisa digangi pake apa?," sambung Anggita. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru