Malangtimes

Bukan Pemerkosaan, Jendral Andika Sebut Kasus Mayor Paspampres-Kowad Suka Sama Suka

Dec 09, 2022 06:54
Panglima TNI, Jendral Andika Perkasa. (Foto dari internet)
Panglima TNI, Jendral Andika Perkasa. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Panglima TNI Jenderal Andika turut mengomentari kasus pemerkosaan Mayor AF anggota Paspampres terhadap perwira pertama Komando Wanita AD (Kowad).

Jendral Andika menuturkan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan unsur pemaksaan melainkan suka sama suka.

"Dari hasil pemeriksaan atau pengembangan baru yang menyatakan atau yang mengindikasikan, ini tidak dilakukan dengan paksaan. Artinya suka sama suka, dan beberapa kali dan itu bukan pemerkosaan sehingga arahnya keduanya menjadi tersangka," ucapnya, dikutip dari detikJateng, Jumat (9/12/2022).

Menurut Andika, jika keduanya terbukti bersalah maka pasal 285 tentang pemerkosaan berubah menjadi pasal 281 tentang asusila.

"Memang dugaan awal sesuai laporan dari yang diduga korban adalah tindak pidana pemerkosaan. Dari awal kita memeriksa Mayor AF ini dengan dugaan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan," kata Jenderal Andika.

"Tetapi dalam pemeriksaan kami, kedua belah pihak yang tadinya dianggap sebagai korban yang melaporkan, perkembangannya berbeda. Karena sangat besar kemungkinan tidak ada korban. Jadi sangat besar kemungkinan dua-duanya adalah pelaku atau tersangka," imbuhnya.

Jendral Andika juga mengungkap keduanya bukan hanya akan mendapat hukuman pidana, namun juga pemecatan dari TNI.

"Tapi untuk aturan internal, karena dilakukan sesama keluarga besar TNI, konsekuensinya adalah hukuman pemecatan dari dinas," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, Mayor inisial BF diduga melakukan pemerkosaan terhadap perwira TNI AD, Letda Caj GE. Peristiwa itu terjadi saat keduanya bertugas melakukan pengamanan KTT G20 di Bali, beberapa waktu lalu. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru