Malangtimes

Gencar Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Satpol PP Sosialisasi ke Komunitas Sound System

Dec 08, 2022 13:31
Petugas Satpol PP Kabupaten Malang memberikan materi tentang peredaran rokok ilegal.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Petugas Satpol PP Kabupaten Malang memberikan materi tentang peredaran rokok ilegal.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Upaya menggempur peredaran rokok ilegal terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Malang menggencarkan penegakan hukum melalui kegiatan sosialisasi. Yakni dengan menyasar semua elemen masyarakat. 

Salah satunya seperti yang digelar pada Kamis (8/12/2022) di Desa Blayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Dimana dalam kesempatan tersebut, Satpol PP Kabupaten Malang menggelar sosialisasi kepada Komunitas Sound System Wajak. 

"Jadi pada dasarnya bukan hanya kepada komunitas ini saja, memang kepada semua elemen masyarakat. Termasuk kepada jajaran TNI Polri juga sudah kami lakukan sosialisasi yang sama," ujar Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang, Darmadji, Kamis (8/12/2022). 

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang, Darmadji.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Dalam sosialisasi yang digelar bersama Kantor Bea Cukai Malang tersebut, Darmadji juga menyampaikan resiko-resiko yang bisa ditimbulkan akibat mengkonsumsi roko ilegal. Dimana selain bertentangan dengan hukum, juga dapat berdampak pada kesehatan. 

"Kegiatan ini untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat tentang pita palsu dan teknik mengenalinya serta bahanyanya rokok ilegal," imbuh Darmadji. 

Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa melalui sosialisasi ini, pihaknya ingin mencegah adanya masyarakat agar tidak tejerat hukum akibat menggunakan rokok ilegal. Baik yang tanpa pita cukai, pita cukai palsu, pita cukai tak sesuai dengan jenisnya dan pita cukai bekas. 

Peserta sosialisasi dari Paguyuban Sound System Wajak.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

"Jadi jangan sampai masyarakat kita sampai berurusan dengan hukum, akibat terlibat dalam peredaran rokok ilegal. Makanya kita yang ada di Satpol PP terus gencar melakukan sosialisasi," terang Darmadji. 

Sementara itu sebelumnya, Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan bahwa dengan kegiatan sosialisasi ini diharapkan, pencegahan peredaran rokok ilegal bisa lebih efektif. Sebab langsung dilakukan kepada masyarakat. 

Selain itu, juga mengingat keterbatasan personel yang bertugas untuk sosialisasi. Sehingga, dengan skema seperti itu, diharapkan masyarakat yang telah mendapat sosialisasi bisa turut memyampaikan tentang rokok ilegal ke masyarakat lainnya. 

"Jadi agar sosialisasinya bisa getok tular, dari masyarakat satu dengan yang lain. Kami berupaya seoptimal mungkin. Mengingat juga ada keterbatasan petugas sosialisasi," jelas Firmando. 

Penyampaian materi dari Kantor Bea Cukai Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Pelaksanaan sosialisasi tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang diterimakan ke Kabupaten Malang. Dimana pada tahun ini, Kabupaten Malang menerima alokasi DBHCHT sebesar Rp 81 Miliar. 

Sementara peruntukannya telah diatur dan dibagi ke dalam 3 hal. Yakni sebesar 50 persen untuk bidang kesejahteraan masyarakat, 40 persen untuk bidang kesehatan dan sisanya sebesar 10 persen untuk bidang penegakan hukum. Yang salah satunya dilakukan untuk sosialisasi perundang-undangan di bidang cukai. 

"10 persen yang kami terima untuk bidang penegakan hukum inilah yang salah satunya kita gunakan dalam sosialisasi," pungkas Firmando.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru