Malangtimes

Raih Tiga Poin, Arema FC Dedikasikan Kemenangan untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Dec 07, 2022 22:36
Salah satu pencetak gol Arema FC, Evan Dimas (kanan) saat berebut bola dengan pemain Dewa United (foto: Arema FC Official)
Salah satu pencetak gol Arema FC, Evan Dimas (kanan) saat berebut bola dengan pemain Dewa United (foto: Arema FC Official)

JATIMTIMES - Arema FC berhasil meraih tiga poin hasil dari menang atas Dewa United pada lanjutan Liga 1 2022/2023, Rabu (7/12/2022) sore di Stadion Manahan, Solo. Kemenangan tersebut didedikasikan untuk seluruh korban tragedi Kanjuruhan.

Dua gol Arema FC dicetak oleh Rizky Dwi di menit 28 melalui titik pinalti dan satu gol tambahan dicetak oleh gelandang andalan Evan Dimas di menit 69.

Atas kemenangan kali ini, pelatih Arema FC Javier Roca mengapresiasi kerja keras pemainnya. Meski timnya sempat diterpa tragedi memilukan 1 Oktober 2022 kemarin.

“Kita bersyukur, sangat beryukur untuk hasil maksimal ini. Ini semua atas kerja keras seluruh pemain, keluarga pemain, staf klub, yang sebegitu berani, sebegitu mencintai kerjaan, sebegitu mencintai Malang, Arema, Aremania dan Aremanita. Ada sentimental sedikit karena kita semua tahu apa yang terjadi di Malang, namun semua professional,” ungkap Javier Roca usai pertandingan, Rabu (07/12/22).

Pelatih asal Chile ini juga mengatakan jika hasil kemenangan ini didedikasikan seluruhnya untuk keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Ia juga mendedikasikan kemenangan ini bagi Aremania dan Aremanita yang telah memberikan dukungan melalui doa.

“Kemenangan ini kami dedikasikan untuk seluruh keluarga korban, untuk semua teman teman kita yang di Malang,” ungkap Javier Roca.

Roca mengaku bahwa pemainnya bermain sangat profesional. Menurutnya, pertandingan perdana tadi terasa berat bagi pemain untuk bisa bermain kembali ke lapangan.

Ia pun juga menegaskan bahwa sebagai tim, hal utama yang harus diperbaiki adalah mental. Karena hal itu merupakan kunci agar mendapat kemenangan.

“Seperti yang saya bilang kemarin, saya tidak ragu dengan profesionalime pemain, mereka masuk ke lapangan bukan tidak dengan muka yang sedih, bukan dengan rasa tidak diingat atau lupain apa yang terjadi tapi secara professional mereka fokus 97 menit untuk lakukan tugas sesuai dengan kontrak mereka antara pemain dan pelatih. Saya tegaskan bahwa kita harus bangkit,” ungkap mantan pelatih Persik Kediri ini.

Sementara itu, Dedik Setiawan yang diturunkan sepanjang 90 menit mengaku jika dirinya tak bisa melupakan atas tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan. Terkait banyak suara sumbang diluar, ia tidak begitu memusingkannya.

“Kalau keinget (tragedi) saya pribadi jujur saja setiap latihan, mau pertandingan walaupun ujicoba pasti saya mendoakan seluruh almarhum. Kalau ada suara di luar tadi saya tidak begitu terdengar, kalau secara pribadi masalah trauma, saya sudah tidak begitu merasakan tidak tahu kalau teman-teman yang lain,” kata Dedik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru