Malangtimes

Kondisi Dipastikan Membaik, Siswa SD Korban Perundungan di Kepanjen Diperbolehkan Pulang

Dec 06, 2022 21:27
Siswa kelas 2 SD di Kepanjen yang jadi korban perundungan saat diperbolehkan pulang dari rumah sakit.(Foto: Istimewa).
Siswa kelas 2 SD di Kepanjen yang jadi korban perundungan saat diperbolehkan pulang dari rumah sakit.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Bocah kelas 2 SD di Kepanjen yang jadi korban perundungan akhirnya pulang setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Selasa (6/12/2022) siang. Bocah  berinisial MWV (7) itu dipulangkan setelah kondisinya dipastikan membaik pasca-operasi trepanasi. 

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kanjuruhan dr Bobi Prabowo, Sp.Em, KEC. M Biomed mengatakan bahwa secara umum kondisi pasien sudah dipastikan jauh lebih baik daripada sebelumnya. Baik kondisi fisik secara klinis maupun kondisi psikisnya. 

"Syukurlah setelah operasi dan dilakukan pengobatan di RSUD Kanjuruhan, kondisi terakhir pasien, baik fisik maupunn psikis, lebih tenang dan lebih baik daripada sebelum-sebelumnya," kata Bobi, Selasa (6/12/2022). 

Bobi menjelaskan, sebelum dipastikan kondisinya membaik hingga diperbolehkan pulang, pasien memang mengalami beberapa gejala neurologi. Antara lain mata juling hingga sakit kepala  kerap dirasakan. 

Dari hasil pemeriksaan medis, pasien mengalami pembekuan darah di kepala akibat trauma kepala. Dan menurut Bobi, hal tersebut bisa diakibatkan  trauma benda tumpul seperti terjatuh. 

Akibat hal tersebut, selain mengalangi gangguan klinis neurologi, pasien juga sempat mengalami perubahan perilaku yang diduga juga terjadi akibat gejala tersebut.

"Ada gangguan neurologi, seperti mata juling, sakit kepala. Dioperasi lebih baik. Perubahan perilaku, yang sebelumnya suka marah, kemudian banyak melawan, sekarang sudah lebih nurut. Itu memang terus terang ada namanya efek trauma kepala mengakibatkan pembekuan darah," jelas Bobi.

Meskipun sudah diperbolehkan pulang, Bobi mengatakan bahwa pasien masih dalam pantauan. Dan pasien masih diharuskan untuk kontrol hingga dipastikan kondisi pasien benar-benar sembuh.

"Setidaknya hari Kamis (8/12/2022) mendatang, kontrol. Tapi kondisi klinisnya sudah membaik. Jadi, itu untuk memastikan kondisinya pascaoperasi, sampai benar-benar dipastikan sembuh. Untuk biayanya, semua ditanggung Pemkab Malang," terang Bobi.

Sebelumnya, Bupati Malang HM. Sanusi juga telah memastikan kondisi pasien tersebut. Hal itu dipastikan sejak korban dirawat di RSI Gondanglegi sebelum kemudian dirawat di RSUD Kanjuruhan hingga akhirnya menjalani operasi. Bahkan sejak saat itu, Bupati Sanusi juga memastikan bahwa biaya perawatannya akan dibantu. 

Sanusi juga menjelaskan akan memberikan pendampingan trauma healing. Tidak hanya dilakukan terhadap korban, namun juga kepada pelaku perundungan. Hal itu dilakukan mengingat usia pelaku yang masih di bawah umur. Nantinya, serangkaian pendampingan trauma healing tersebut bakal melibatkan berbagai unsur terkait. Di antaranya tim dari psikiater dan dokter.

"Pelakunya yang tujuh orang anak itu nanti juga akan di lberi pendampingan dari DP3A (Kabupaten Malang). Jadi juga ada petugasnya, dari psikiater dan dokter," ujar Sanusi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru