Malangtimes

Maskapai di India Ini Larang Awak Kabinnya Beruban hingga Botak

Dec 04, 2022 17:39
Awak kabin yang sedang bertugas di dalam pesawat. (Foto: pinterest)
Awak kabin yang sedang bertugas di dalam pesawat. (Foto: pinterest)

JATIMTIMES - Kebijakan baru dikeluarkan sebuah maskapai India Air untuk awak kabinnya baru-baru ini. Kebijakan baru setebal 40 halaman yang harus dipatuhi oleh awak kabinnya.

Ada yang cukup nyeleneh, yakni dilarang memiliki uban dan kebotakan pada rambut mereka. Kebijakan baru itu dikeluarkan setelah perusahaan diambil alih salah satu konglomerat India, Tata Group.

Aturan baru tersebut harus diikuti para awak kabin saat shift, bahkan di luar shift mereka. Tata Group seolah melarang penuaan dengan tidak diperbolehkannya rambut beruban di perusahaan mereka.

Rupanya Tata Group ingin meningkatkan reputasi maskapai, dimulai dengan penampilan para stafnya. “Rambut abu-abu tidak diizinkan. Rambut beruban harus diwarnai secara teratur. Warna fesyen dan henna tidak diizinkan,” ungkap pedoman tersebut dikutip dari Nz Herald.

Bukan hanya kebotakan dan uban pada pria, aturan lain juga diperuntukkan untuk para wanita. Wanita dilarang memiliki rambut pirang, sanggul yang rendah atau simpul yang tinggi.

Kemudian aturan lainnya awak kabin harus rutin memotong dan mencukur bulu-bulu di wajah mereka. Kumis dan janggut juga dilarang keras selama penerbangan. “Kru laki-laki harus membawa alat cukur di setiap penerbangan,” tambah pedoman tersebut.

Selain itu juga dilarang menggunakan perhiasan, selain cincin kawin dan gelang yang melambangkan kepercayaan Sikh. Lalu awak kabin India Air wajib melakukan pemeriksaan indeks massa tubuh (BMI) dan berat badan sebelum penerbangan.

Aturan itu diberlakukan kepada para awak yang kelebihan berat badan dapat menimbulkan risiko dalam situasi darurat.

Tapi, serikat awak kabin India Air menentang klaim ini. Menurut mereka pemeriksaan tersebut justru berdampak pada kesehatan mental awak dan tidak ada profesional medis yang hadir.

Selain soal penampilan, pedoman lainnya juga melarang staf memposting tentang politik, agama, atau masalah perusahaan secara online. Salah satu karyawan mengatakan staf menganggap aturan itu terlalu ketat.

“Beberapa orang berpikir itu diperlukan untuk membangun citra maskapai, tetapi yang lain melihatnya terlalu berlebihan,” ucap mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru