Malangtimes

Sebelum Ditemukan Meninggal Telanjang di Sumberpucung, Korban Depresi hingga Makan Tanaman Depan Rumah

Dec 02, 2022 20:11
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat di Kecamatan Sumberpucung. (Foto : Polsek Sumberpucung for Jatim TIMES)
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat di Kecamatan Sumberpucung. (Foto : Polsek Sumberpucung for Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Pihak kepolisian masih belum bisa memastikan penyebab kematian pria sebatang kara yang ditemukan meninggal dalam kondisi tanpa busana alias telanjang di ruang tengah rumahnya. Dugaan sementara, korban meninggal karena mengalami sakit.

Meski belum bisa merinci penyebab kematian korban karena menunggu hasil dari visum, namun polisi menduga jika sebelum ditemukan meninggal korban mengalami depresi. Bahkan, semasa hidupnya korban dikabarkan sering memakan tanaman di depan rumahnya.

Dugaan korban yang mengalami depresi tersebut diperoleh petugas kepolisian saat menggali keterangan dari beberapa saksi. Diantaranya adalah para saksi yang tinggal di sekitar rumah alias tetangga korban.

"Menurut keterangan para saksi, apabila tidak ada yang memberi makanan, korban sering berperilaku aneh. Salah satunya memakan daun-daunan yang tumbuh di halaman rumahnya," kata Kanit Reskrim Polsek Sumberpucung Aiptu Edy Sunarto kepada Jatim Times.

Lantaran memiliki kebiasaan aneh itulah, warga dan para tetangga korban akhirnya secara bergantian mengirim makanan kepada korban. "Selama tinggal di rumahnya, tidak ada pihak keluarga yang mencukupi kebutuhan makanan korban. Akhirnya warga sekitar yang mengantarkan makanan ke rumah korban secara bergantian," ulasnya.

Warga mengira, depresi yang dialami korban terjadi semenjak dirinya berpisah dengan istrinya. Perceraian tersebut terjadi kurang lebih sekitar 20 tahun lalu. "Korban pernah menikah, namun sudah berpisah dengan istrinya sejak 20 tahun yang lalu. Dari pernikahan tersebut, korban memiliki satu orang anak yang berdasarkan sepengetahuan saksi saat ini anaknya berada di daerah Jawa Tengah," terangnya.

Semenjak berpisah dengan sang istri itulah, korban akhirnya tinggal sebatang kara di dalam rumahnya yang beralamat di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Korban juga disebut tidak memiliki pekerjaan setelah berpisah dengan istrinya lantaran mengalami depresi. "Selain mengalami depresi, saksi dan warga setempat juga menyebut jika korban memiliki kepribadian yang tertutup," imbuhnya.

Dari keterangan yang dihimpun polisi, korban memiliki saudara kandung berjumlah delapan orang. Di mana, saudara kandung korban sudah tinggal di luar wilayah Kecamatan Sumberpucung. Termasuk salah satu kakak korban yang tinggal di Jakarta.

Dia diketahui bernama Didik. Dialah yang sempat dimintai keterangan di Polsek Sumberpucung guna mendukung pendalaman polisi. "Saat ini jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga korban," tuturnya.

Edy menambahkan, dari hasil pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban ditemukan meninggal di ruang tengah rumahnya. Saat ditemukan warga, kondisi rumah korban dalam keadaan tertutup dan mayoritas pintu dan jendela rumahnya terkunci dari dalam.

Polisi juga tidak menemukan adanya barang berharga milik korban yang hilang atau di curi. Selain itu, polisi juga tidak menemukan sisa makanan atau minuman yang dikonsumsi korban.

"Kondisi mayat ditemukan dalam keadaan tanpa menggunakan pakaian, serta terdapat tongkat penyangga tubuh disamping mayat korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada luka maupun tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," jelasnya.

Dari pemeriksaan polisi, diduga korban meninggal sekitar lima hari sebelum ditemukan warga. "Saat ditemukan, kondisi mayat dalam fase pembusukan. Diperkirakan usia kematian korban lebih dari lima hari," ungkapnya.

Sebagaimana yang telah diberitakan, korban bernama Agus Tahanto Basuki. Pria 53 tahun itu ditemukan meninggal dalam posisi terlentang tanpa mengenakan busana pada Kamis (1/12/2022) pagi. Semasa hidupnya, korban sudah puluhan tahun hidup sebatang kara di rumahnya yang beralamat di Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Penemu mayat ini bermula dari kecurigaan para tetangga yang mencium aroma tidak sedap dari rumah korban. Ketika warga masuk ke dalam rumah korban untuk memeriksanya, yang bersangkutan ditemukan sudah dalam kondisi meninggal.

Sebelum ditemukan meninggal dalam kondisi mayat yang sudah mulai mengalami pembusukan, korban dikabarkan jarang terlihat beraktivitas di luar rumah selama beberapa hari. Hingga akhirnya pada Kamis (1/12/2022) pagi, warga menemukan pria setengah abad itu dalam kondisi meninggal di ruang tengah rumahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru