Malangtimes

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen, OJK Malang Kolaborasi dengan Media

Dec 01, 2022 07:18
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri saat menyampaikan materi. Di belakang, Direktur Humas OJK Darmansyah dan Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Parjiman. (Foto: Ima/JatimTIMES)
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri saat menyampaikan materi. Di belakang, Direktur Humas OJK Darmansyah dan Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Parjiman. (Foto: Ima/JatimTIMES)

JATIMTIMES -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang melakukan sinergi dan kolaborasi bersama media dalam rangka meningkatkan literasi keuangan dan perlindungan konsumen. Salah satunya dengan menggelar media gathering ke Yogyakarta, Rabu (30/11/2022). 

Turut hadir sebagai pembicara, Direktur Humas OJK Darmansyah, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri, dan Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Parjiman.

Ketiganya menekankan pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Terlebih, belakangan ini banyak masyarakat yang terjerat fintech ilegal.

Disampaikan Direktur Humas OJK Darmansyah, OJK bahkan membentuk Satgas Waspada Investasi (SWI). "SWI merupakan wadah koordinasi yang beranggotakan 12 kementerian dan lembaga dalam rangka pencegahan dan penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi," papar Darmansyah.

Selain di pusat, juga terdapat 45 tim kerja SWI di daerah. Selain itu, sinergi antara OJK dan media massa  sangat diperlukan untuk mengentaskan rentang gap literasi keuangan dengan inklusi keuangan dan diseminasi kebijakan OJK.

"Kekuatan media massa, baik online maupun cetak jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan karena dapat menjangkau hingga masyarakat perdesaan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri membeberkan,  tahun 2022 ini, tingkat literasi keuangan masyarakat mencapai 49,68 persen. Naik 11 persen dari tahun 2019 yang ada di angka 38 persen. Sementara, indeks inklusi keuangan di tahun 2022 juga naik 9 persen menjadi sebesar 85,10 persen. 

"Mempertimbangkan hasil survei dan evaluasi pelaksanaan kegiatan edukasi keuangan, maka arah strategis literasi keuangan tahun 2023 adalah membangun literasi keuangan masyarakat desa," ucapnya.

Prioritas edukasi keuangan OJK sendiri ada pada pelaku UMKM, perempuan dan ibu rumah tangga, petani/nelayan, dan kaum difabel.

"OJK melakukan berbagai macam kegiatan yang menyangkut edukasi keuangan. Mulai dari melalui media, iklan layanan masyarakat, dan masih banyak lagi," imbuhnya.

Sebagai informasi, tingkat literasi di Kota Malang sendiri cukup spektakuler, yakni 69,43 persen. Sementara tingkat inklusi keuangannya mencapai 86,53 persen.

Di sisi lain, Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Parjiman dalam sambutannya menyambut baik rombongan dari OJK Malang. Ia mengungkapkan, di era pasca-pandemi, kondisi di sektor jasa keuangan makin membaik.

"Ekonomi Yogya adalah ekonomi kerumunan. Wisata dan pendidikan sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Yogya. Dan recovery usai pandemi juga cepat karena akses mudah dan mayoritas di sini UMKM," terangnya.

Pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta pun di atas pertumbuhan ekonomi nasional, yakni 5,82 persen. Sementara ekonomi Indonesia tumbuh 5,72 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru