Malangtimes

Disnaker-PMPTSP Kota Malang Gelar Bimtek Pencegahan Perselisihan Industrial, Diikuti 80 Peserta

Nov 30, 2022 16:06
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan (dua dari kanan) didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja Titis Andayani bersama narasumber serta para peserta bimtek di Savana Hotel and Convention, Rabu (30/11/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan (dua dari kanan) didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja Titis Andayani bersama narasumber serta para peserta bimtek di Savana Hotel and Convention, Rabu (30/11/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang menggelar bimbingan teknis (bimtek) terkait pencegahan perselisihan hubungan industrial pasca diterapkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. 

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, kegiatan bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada 80 peserta yang terdiri dari pengusaha dan pekerja terkait pencegahan perselisihan hubungan industrial pasca diterapkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. 

Pihaknya menuturkan, dalam menghadapi intensitas dan kompleksitas bisnis, sumber daya manusia merupakan modal perusahaan yang dapat memberikan manfaat secara internal dalam menjawab tantangan multi dimensi, menghadapi masalah produktivitas, mutu, biaya, waktu, pelayanan, keselamatan kerja dan hubungan kerja. 

Kemudian, dalam proses berjalannya sebuah perusahaan, jika terjadi perselisihan hubungan industrial antara pekerja dengan pihak perusahaan, maka langkah penyelesaian yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan musyawarah secara mufakat. 

"Musyawarah untuk mufakat merupakan hal yang sangat penting dan wajib bagi suatu organisasi atau perusahaan, sebagaimana yang telah diatur dalam perundangan ketenagakerjaan," ujar Arif saat memberikan sambutan, Rabu (30/11/2022). 

Mantan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Malang ini mengatakan, perselisihan hubungan industrial antara lekerja dengan pihak perusahaan kerap kali terjadi diakibatkan oleh perbedaan pendapat yang dipertentangkan. 

"Pada dasarnya dalam bentuk perselisihan hak, perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja dan perselisihan antar serikat pekerja," terang Arif. 

Ahmad Rukmianto.

Oleh karena itu, dengan latar belakang masalah tersebut, pihaknya pun merasa perlu dilaksanakan sebuah bimtek terkait pencegahan perselisihan hubungan industrial pasca diterapkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja untuk memberikan pemahaman para pekerja maupun pihak perusahaan. 

"Karena hubungan Industrial merupakan keterkaitan kepentingan antara pekerja dengan pengusaha, berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat, bahkan perselisihan antara kedua belah pihak," ujar Arif. 

Pihaknya pun mengundang Ahmad Rukmianto dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang sebagai narasumber yang berkompeten dalam bidang hubungan industrial. Terdapat beberapa strategi pemecahan permasalahan hubungan industrial. 

Di antaranya memahami bahwa Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama sebagai sarana hubungan industrial yang penting bagi pekerja dan pengusaha untuk menciptakan ketenangan bekerja dan berusaha di perusahaan; memahami proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial sesuai ketentuan yang berlaku. 

Selain itu, melaksanakan proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial dengan bijaksana dalam internal perusahaan; membina hubungan kerja dengan baik dan harmonis, melalui komunikasi dalam lembaga kerjasama bipartit; melaksanakan Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama secara konsisten, disiplin dan tanggungjawab; serta meningkatkan disiplin kerja dan produktivitas kinerja pekerja di perusahaan menjadi lebih baik.

"Dengan adanya bimtek ini, diharapkan penyelesaian perselisihan hubungan industrial wajib dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat agar tetap dapat menjaga hubungan kerja yang harmonis dalam lingkungan kerja di organisasi atau perusahaan," pungkas Arif. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru