Malangtimes

DLH Kota Batu Beri Apresiasi Bidang Lingkungan Lewat Anugerah Lingkungan Hidup di TPA

Nov 29, 2022 19:44
Desa Oro-Oro peraih Danumaya.
Desa Oro-Oro peraih Danumaya.

JATIMTIMES - Sebagai bentuk apresiasi Pemkot Batu kepada masyarakat di bidang lingkungan hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menggelar acara Anugerah Lingkungan Hidup (ALH) di Tempat Pembuangan Akhir Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Selasa (29/11/2022).

Dalam acara ini diserahkan beberapa penghargaan bidang lingkungan hidup tingkat kota, provinsi maupun nasional yang telah melakukan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup di Kota Batu. Diantaranya Adiwiyata, Desa BERSERI, Program Kampung Iklim (ProKlim), Penilaian Kinerja dan DANUMAYA.

1

Penghargaan diberikan kepada Desa Oro-oro Ombo yang telah melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di wilayahnya dengan baik yang mendapatkan penghargaan DANUMAYA.

Lalu untuk SMPN 1 dan SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu dinobatkan menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi Jatim tahun 2022.

Kemudian 3 kelurahan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam program Kampung Iklim (proklim) utama. Yakni Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo, serta Kelurahan Ngaglik dan Kelurahan Temas di Kecamatan Batu.

Dan Desa Giripurno mendapatkan penghargaan Desa Berseri kategori Madya sedangkan Desa Sumbergondo mendapatkan penghargaan Desa Berseri kategori Pratama. Sementara kelurahan yang mendapatkan penghargaan adalah Kelurahan Sisir yang mendapatkan penghargaan Kelurahan Berseri untuk kategori Mandiri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Aries Setiawan mengatakan, ALH adalah agenda tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi pemerintah Kota Batu kepada masyarakat, yang telah membantu Dinas Lingkungan Hidup dalam melakukan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Harapannya masyarakat semakin berperan aktif menjaga lingkungan hidup di Kota Batu, sebagai upaya perlindungan di daerah hulu das Brantas. Dari Kota Batu untuk Indonesia,” ungkap Aries.

Sementara itu Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menambahkan, tahun 2022, 200 kejadian bencana telah terjadi di Kota Batu sebagian besar adalah longsor. Hal ini disebabkan oleh campur tangan manusia yang tidak bijaksana dalam memperlakukan lingkungan.

“Marilah kita betul-betul sangat bijak, baik kepada lingkungan terdekat dan lingkungan lain,” ujar Dewanti.

Bagi Dewanti penghargaan tidak sebanding dengan kerja keras seluruh warga. Penghargaan hanya bonus, yang terpenting bagaimana terus memberikan sosialisasi, menjaga dan mengelola lingkungan.

“Menjaga lingkungan adalah keharusan atau jika tidak kita sendiri yang kena akibatnya,” terang Dewanti.

Dewanti juga menyebutkan bahwa Kota Batu mempunyai DLH dan Sabers Pungli (Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali) dalam usaha menjaga lingkungan terutama DAS Brantas. Namun, dibutuhkan usaha dari semua pihak untuk menjaga lingkungan, misalnya pilah sampah dari rumah.

“Selangkah demi selangkah untuk menjaga lingkungan akan lebih baik daripada membiarkan lingkungan rusak,” tutup Dewanti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru