Malangtimes

Viral Video China Mulai Represif untuk Jalankan Lockdown, Banyak Masyarakat Menolak

Nov 29, 2022 07:59
Momen saat para nakes China lakukan tes Covid-19 pada warga secara massal dan memaksa. (Foto dari Tiktok @ILovesummer)
Momen saat para nakes China lakukan tes Covid-19 pada warga secara massal dan memaksa. (Foto dari Tiktok @ILovesummer)

JATIMTIMES - Viral video yang memperlihatkan para tenaga kesehatan di China yang mulai represif untuk menjalankan lockdown.

Dalam video yang diunggah oleh akun @ILovesummer, memperlihatkan para nakes mendatangi rumah-rumah warga.

Adapun tujuan para nakes terjun langsung menghampiri rumah warga itu untuk melakukan tes Covid-19.

Penerapan kebijakan itu untuk menghentikan kenaikan kasus Covid-19 yang kian meningkat.

Namun, aksi para nakes itu terlihat terlalu memaksa warga. Mereka melakukan aksi pendobrakan pintu di salah satu rumah warga saat akan lakukan tes Covid-19.

Terlihat tiga orang nakes sedang menghampiri rumah warga. Awalnya, satu orang nakes mengetuk pintu namun tak ada jawaban.

Video viral

Setelah itu, terlihat nakes pengetuk pintu meminta nakes rekannya untuk mendobrak pintu rumah warga itu.

Akhirnya satu nakes itu menendang dan mencoba mendobrak pintu tersebut.

Sementara kedua nakes lainnya terlihat bermain hp dan bersandar di sebelah pintu yang hendak didobrak.

Sebelumnya, kebijakan lockdown di China juga sempat mendapat penolakan dari para masyarakat.

Penolakan itu mereka tuangkan dalam bentuk demonstrasi besar-besaran di sejumlah titik di China.

Namun, lagi dan lagi aksi demonstrasi itu berujung ricuh lantaran polisi yang tanpa alasan menangkap beberapa pengunjuk rasa.

"Orang-orang di sini tidak melakukan kekerasan, tetapi polisi menangkap mereka tanpa alasan. Mereka mencoba menangkap saya. Tetapi orang-orang di sekitar saya mencengkeram tangan saya dengan sangat keras dan menarik saya ke belakang sehingga saya dapat melarikan diri," ungkap salah satu pengunjuk rasa.

Aksi demonstrasi itu juga sebagai bentuk kecintaan masyarakat China pada negaranya, mereka juga hanya menginginkan kehidupan yang bebas.

"Saya di sini karena saya mencintai negara saya. Tetapi saya tidak mencintai pemerintah saya... Saya ingin dapat keluar dengan bebas, tetapi saya tidak bisa. Kebijakan covid-19 kami adalah permainan dan tidak berdasarkan pada sains atau kenyataan." Kata pengunjuk rasa di pusat keuangan bernama Shaun Xiao, Senin (28/11/2022).

"Kami tidak ingin masker, kami ingin kebebasan. Kami tidak ingin tes covid, kami ingin kebebasan," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru