Malangtimes

Gelar Seminar Nasional, Prodi PGSD tekankan Implementasi Profil Pelajar Pancasila dan TPACK

Nov 28, 2022 18:29
Semnas yang digelar Prodi PGSD Unikama bertema, Implementasi Profil Pelajar Pancasila berbasis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dan Kurikulum Merdeka (Ist)
Semnas yang digelar Prodi PGSD Unikama bertema, Implementasi Profil Pelajar Pancasila berbasis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dan Kurikulum Merdeka (Ist)

JATIMTIMES - "Implementasi Profil Pelajar Pancasila berbasis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dan Kurikulum Merdeka (Merdeka Belajar)", menjadi tema seminar nasional yang sukses dihelat Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). 

Seminar nasional ini dilaksanakan di Auditorium Multikultural, pada Selasa (22/11/2022) lalu. 

Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian menjelaskan dalam sambutannya, pandemi Covid-19 berdampak positif pada perkembangan dan implementasi penggunaan teknologi pada pembelajaran. Sebab, sejatinya pembelajaran berbasis digital mungkin masih diperkenalkan beberapa tahun kedepan.

1

"Dampak dari pandemi ini mendorong kita untuk menggunakan teknologi, sementara untuk teknologi pembelajaran berbasis digital mungkin masih diperkenalkan beberapa tahun kedepan. Namun dengan adanya seminar ini kita bisa mempersiapkan diri untuk mengimplementasikan TPACK," tutur Rektor Unikama dalam sambutannya.

Dr Cicilia Ika Rahayu Nita MPd, Ketua Prodi PGSD Unikama menjelaskan terkait Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). "Ini menjadi sebuah hal yang penting lantaran merupakan sebuah tuntutan guru di abad 21, yang mana tidak terlepas dengan teknologi," jelasnya.

Pemateri pertama dalam seminar itu, Dr. Wahyudi S Pd, MPd MCE selaku Ketua Asosiasi Himpunan Dosen PGSD Indonesia Wilayah I. Materi yang disampaikan adalah Implementasi TPACK dalam Kurikulum Merdeka (Merdeka Belajar).

"Aspek penting dalam TPACK adalah bagaimana guru dapat menguasai cara berpikir dan penguasaan kurikulum dan mata pelajaran bersamaan dengan bekerja dengan teknologi hingga implementasi dalam proses pembelajaran," terangnya.

Beliau menjelaskan langkah-langkah yang harus diambil ialah mencermati kompetisi dasar, merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dengan baik, lalu dilanjutkan merumuskan tujuan pembelajaran dan terakhir menentukan skenario pembelajaran, media, bahan ajar, dan LKPD yang dibutuhkan.

2

"Ingat, fokusnya tetap pada pembelajaran, teknologi hanya sebagai pendukung. Jangan sampai karena ingin cepat akhirnya teknologi diberikan tapi tanpa pembelajaran. Jangan gadaikan efektifitas demi efisiensi," tuturnya.

Dilanjutkan dengan materi inti oleh Dr Ninik Indawati MPd yang membawa materi Profil Pelajar Pancasila Sebagai Penguat Penanaman Nilai-nilai Anti Korupsi Pada Siswa Sekolah Dasar.

Dijelaskannya, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020 – 2024, dimana Pelajar Pancasila adalah sebuah wujud pelajar Indonesia yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sepanjang hayatnya, khususnya untuk siswa Pendidikan Dasar.

"Tujuan adanya Profil Pelajar Pancasila ialah untuk memahami, mengimplementasikan, dan menguatkan nilai-nilai anti korupsi khususnya pada siswa Sekolah Dasar," terangnya.

3

Sementara itu, turut hadir dalam seminar nasional itu, Ketua PGRI Kabupaten Malang, Drs Dwi Sucipto SH MPd. Pihaknya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terlaksananya seminar bergengsi ini.

"Terima kasih karena telah memberi kesempatan untuk para guru sekolah dasar untuk hadir dalam seminar nasional hari ini," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru