Malangtimes

Viral Video Benny Rhamdani Minta Izin Tempur ke Jokowi, Begini Klarifikasinya

Nov 28, 2022 16:48
Benny Rhamadani saat bertemu Jokowi di GBK. (Foto screenshot Twitter)
Benny Rhamadani saat bertemu Jokowi di GBK. (Foto screenshot Twitter)

JATIMTIMES - Viral video Kepala BP2MI Benny Rhamdani meminta izin kepada Jokowi untuk tempur dengan para penghina pemerintah. 

Dalam video yang berdurasi 44 detik itu memperdengarkan percakapan Benny Rhamadani terkait keinginannya untuk melawan para penghina pemerintah.

Benny Ramadani

"Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak," kata Beny dalam video yang tengah viral.

Menanggapi hal tersebut, ia kemudian mengatakan bahwa potongan video itu tak memperlihatkan keseluruhan pembicaraan secara utuh.

Ia juga mengatakan bahwa video itu diambil di sela acara relawan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK) kemarin, Sabtu (26/11/2022).

Dia mengatakan percakapan dirinya dengan Presiden Jokowi tak dilakukan secara tertutup.

"Jadi itu bukan acara tertutup tapi saya yakin video itu adalah video yang tidak utuh, kalau utuh kan seharusnya keseluruhan dong, dari mulai pertama sampai selesai kurang lebih 40 menit. Harusnya, dimuat secara utuh dan yang menyampaikan aspirasi, pandangan masalah, saran, usul, kepada presiden kan tidak hanya saya," kata Benny di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (28/11/2022).

Benny kemudian menambahkan bahwa pemerintahan Jokowi memang mungkin ada hal yang kurang, namun ada tindakan yang terlewatkan juga sehingga berujung pada serangan.

"Yang kita soroti dalam perjalanan kebangsaan ini, ini sudah bukan kritik, lihat cara-cara yang mereka lakukan selama ini upaya untuk mendelegitimasi, menjatuhkan pemerintahan. Selalu dengan pola yang sama penyebaran kebencian, fitnah, adu domba antarsuku dan agama, berita-berita hoax bahkan penghinaan dan pencemaran terhadap simbol-simbol negara, presiden, ibu negara," kata Benny.

Lebih lanjut Benny mengatakan hal itu terjadi secara berulang-ulang sehingga menjadi mesin yang mematikan.

"Ini kan terus berulang, ini menjadi mesin mematikan yang terus diproduksi, yang kami menangkap ini tidak lepas dari dendam politik yang diformalin pasca Pilpres 2019," sambungnya.

Benny kemudian meluriskan narasi yang berada dalam video itu. Turun ke lapangan menurut Benny hanya gambaran bukan meminta perang.

"Ya itu hanya sebagai gambaran ilustrasi bahwa pertama, kalau penegakan hukum tidak jalan, kegemesan dan kemarahan kita itu kan bisa dilakukan dengan cara tadi, masa kita tidak bisa turun ke jalan? Itu hanya pesan saja, tapi yang kita dorong kuncinya penegakan hukum," kata Benny.

Ia kemudian menegaskan jika ada seseorang yang menyerang Presiden maka harus ada penegak hukum yang mengawasi.

"Nggak bolehlah negara ini dengan mimpi ya 275 juta anak-anak biar lebih maju, dirusak oleh sekelompok orang yang tidak pernah move on kemudian memelihara dendam yang diformalin. Kemudian terus berupaya menjatuhkan pemerintah dengan cara yang sesat," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru