Malangtimes

Hanya 1 Kasus Teridentifikasi, Mengapa Polio Ditetapkan KLB, Ini Penjelasannya 

Nov 27, 2022 17:13
Ciri-ciri penyakit polio yang biasanya terjadi (foto: laman dinkes Kabupaten Agam)
Ciri-ciri penyakit polio yang biasanya terjadi (foto: laman dinkes Kabupaten Agam)

JATIMTIMES - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio usai ditemukanya satu kasus di Kabupaten Pidie, Aceh. Menanggapi hal itu, salah satu Dokter Spesialis Anak (DSA), dr Arifianto, Sp.A (K) atau akrab di media sosial disapa dokter Apin meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dini. Khususnya untuk daerah-daerah yang mungkin masih jauh dari lokasi terkonfirmasinya kasus polio.

Dokter Spesialis Anak dengan followers 489 ribu itu menyebutkan ada berbagai alasan soal penyakit polio yang harus menjadi perhatian. "Polio bukanlah penyakit ringan, pada sebagian kasus! Meskipun mayoritas orang yang memiliki virus ini di dalam tubuhnya tidak bergejala, tetapi dari 200 anak yang terinfeksi, 1 bisa mengalami kelumpuhan permanen sepanjang hidupnya, dan 8 anak bisa mengalami meningitis (radang selaput otak)," terangnya. 

Dijelaskan Dokter Apin, Indonesia sudah dinyatakan bebas polio selama 8 tahun terakhir. Pencapaian yang seharusnya bertahan untuk seterusnya. Tetapi pada daerah dengan cakupan imunisasi rendah, banyak anak tidak memiliki kekebalan sama sekali. Dan virus dapat masuk ke dalam tubuh sehingga berpotensi membuat sakit. 

"Inilah pentingnya imunisasi harus tinggi cakupannya. Dengan target > 95% sasaran terimunisasi," ujarnya. 

Diketahui, di Indonesia mungkin polio diklaim sebagai penyakit "masa lalu" yang menelan banyak korban jiwa. Mereka (pengidap Polio) yang bertahan hidup memiliki kecacatan menetap. 

Di awal abad 20, betapa beratnya beban penyakit ini, sehingga para ahli berlomba-lomba mencari vaksinnya dan berhasil dibuat pada tahun 1960-an. Bahkan pemerintah Indonesia sudah menggratiskan vaksin Polio. Tinggal memastikan semua anak di negeri ini mendapatkannya, dengan cakupan imunisasi tinggi. 

"Pastikan semua anak kita lengkap imunisasinya, tidak sekedar vaksin polio saja tentunya. Tetapi semua imunisasi lain. Ajak semua orang yang kita kenal untuk melengkapi semua imunisasi yang tertinggal. Apabila menemukan anak dengan gejala lumpuh layu, segera bawa ke dokter," ujar Dokter Apin. 

Diinformasikan juga oleh Dokter Apin, cara penularan penyakit polio ini melalui air atau makanan yang tercemar oleh tinja yang mengandung virus polio.

Sementara jadwal imunisasi Polio yang dianjurkan adalah sebagai berikut. 

Usia 1 bulan imunisasi polio tetes (OPV 1)

Usia 2 bulan imunisasi polio tetes (OPV 2)

Usia 3 bulan imunisasi polio tetes (OPV 3)

Usia 4 bulan imunisasi polio tetes (OPV 4) dan polio suntik (IPV 1) 

Untuk melakukan pengamatan terhadap penyakit polio dibutuhkan metode Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP). Dimana kasus lumpuh layuh akut memiliki tiga kriteria, seperti berikut ini. 

Anak usia <15 tahun 

Kelumpuhan bersifat layuh (flaccid) dan terjadi secara mendadak 

Kelumpuhan bukan disebabkan oleh trauma/ruda paksa/ kekerasan

Jika ketiga kriteria itu terpenuhi, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru