Malangtimes

Momentum Hari Guru, DPRD Kota Malang Dorong Satgas Anti Bully Maksimal pada Tahap Pencegahan

Nov 26, 2022 13:38
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Asmualik dari Fraksi PKS saat ditemui di Kantor DPD PKS Kota Malang, Senin (11/7/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Asmualik dari Fraksi PKS saat ditemui di Kantor DPD PKS Kota Malang, Senin (11/7/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Momentum Hari Guru Nasional 2022, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang Asmualik mendorong Satgas Anti Bully Kota Malang agar lebih memaksimalkan peran untuk mencegah terjadinya bully. 

Terlebih lagi, Satgas Anti Bully yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mulai ada dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

"Kalau Satgas Anti Bully itu harusnya bukan pada (penanganan) masalah yang ada, harusnya pada tahap pencegahan (bullying)," ungkap Asmualik kepada JatimTIMES.com, Sabtu (26/11/2022). 

Anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjelaskan, pada tahap pencegahan terjadinya tindakan bullying, para guru juga harus memberikan pembinaan dan bimbingan kepada para Satgas Anti Bully yang terdiri dari para siswa agar memahami penyebab terjadinya bully. 

"Sehingga mempelajari kenapa terjadi bullying dan sebagainya. Dengan satgas itu bagaimana teknik pengajaran untuk jangan sampai terjadi bully membully seperti itu," ujar Asmualik. 

Pihaknya juga meminta kepada para guru di Kota Malang agar turut serta memerhatikan perilaku dan kondisi murid. Sehingga di sekolah maupun di luar sekolah para murid memiliki sikap yang baik. 

"Seperti yang terjadi di Kabupaten Malang itu jangan sampai terjadi di Kota Malang. Maka harus ada antisipasi untuk di Kota Malang," kata Asmualik. 

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar materi pencegahan bully harus disiapkan dan dijalankan oleh para guru di Kota Malang kepada para murid. Materi-materi tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan bully antar siswa. 

"Itu juga harus dijadikan materi juga di Kota Malang ini bagaimana tidak terjadi pembullyan antar teman dan sebagainya," tutur Asmualik. 

Sementara itu, pihaknya berharap agar Satgas Anti Bully di bawah pembinaan dan bimbingan para guru agar terus bekerja secara masif dengan mengumpulkan data-data untuk memahami serta mengetahui karakter anak. 

"Karena kita mempersiapkan anak-anak ini untuk kepentingan ketika terjadi bonus demografi angkatan pekerja di tahun 2045. Angkatan pekerja kita jauh lebih tinggi dari pada negara-negara lain. Ini kalau kita tidak mempersiapkan saat ini ya eman," pungkas Asmualik. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru