Malangtimes

Jeddah Arab Saudi Banjir Bandang, Dua Orang Tewas, Bandara dan Sekolah Tutup 

Nov 25, 2022 12:47
Kota Jeddah termasuk Mekkah terdampak banjir bandang pada Kamis (24/11/2022) dua orang dilaporkan tewas (sumber: Twitter Arab News)
Kota Jeddah termasuk Mekkah terdampak banjir bandang pada Kamis (24/11/2022) dua orang dilaporkan tewas (sumber: Twitter Arab News)

JATIMTIMES - Dua orang dilaporkan tewas pada Kamis (24/11/2022) saat hujan lebat melanda Arab Saudi bagian barat, termasuk Jeddah. Melansir Arab News, akibat hujan lebat hingga banjar bandang itu, sekolah-sekolah di Arab Saudi tutup. Termasuk penerbangan juga ditunda. 

"Dua kematian telah dicatat sejauh ini, dan kami meminta semua orang untuk tidak keluar kecuali sangat mendesak," kata pemerintah daerah Mekkah melalui laman twitternya. 

Jalan yang menghubungkan Jeddah dan Makkah sempat ditutup pada Kamis setelah hujan lebat melanda kawasan tersebut. Meskipun kemudian dibuka kembali. Saluran Al-Ekhbariya juga menunjukkan rekaman jamaah di Masjidil Haram di Mekkah mengelilingi Ka'bah saat hujan lebat.

Di Jeddah, gambar-gambar yang diposting ke media sosial juga menunjukkan genangan air yang mengganggu lalu lintas. Bahkan sebagian terlihat beberapa kendaraan yang tenggelam. 

Bandara Internasional King Abdulaziz kota mengatakan, akibat hujan deras yang melanda Arab Saudi, pihaknya menunda penerbangan. Oleh karenanya bagi penumpang diharapkan menghubungi maskapai atau operator untuk mengetahui jadwal penerbangan uptodate.  

Menjelang sore, sekolah-sekolah di kota Jeddah ditutup sementara karena hujan diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang hari. Tak hanya wilayah itu, sekolah di kawasan Rabigh dan Khulais juga ditutup untuk menjaga keselamatan siswa.  

Pusat Meteorologi Nasional mencatat curah hujan 179 mm pada hari Kamis, (24/11/2022). Jumlah curah hujan disebut tertinggi yang pernah diterima di kota Jeddah. Hujan turun dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang. Bahkan disebut, hujan yang terjadi kemarin (24/11/2022) adalah yang terbesar dari sebelumnya pada 2009. 

Kota Makkah mempekerjakan 11.800 pekerja lapangan untuk mempersiapkan musim hujan. Pihaknya memiliki mesin dan peralatan untuk menangani kondisi yang tak diharapkan.

Departemen operasi dan pemeliharaan Kota Jeddah menyebut kinerja saluran jaringan drainase air hujan di jalan utama, persimpangan dan alun-alun sudah optimal. Kinerjanya mampu menghilangkan sedimen yang menghambat aliran air dalam sistem drainase. Hal ini sesuai dengan rencana darurat.

Gugus tugas dan peralatan telah dikerahkan di seluruh Mekkah, dengan sekitar 52 tangki air, masing-masing dengan kapasitas 194.000 galon untuk menghilangkan air banjir. Sekitar 146 mesin gali dan 89 truk multiguna telah menangani dampak hujan dan mengeluarkan air dari jalanan. 

Pemerintah kota juga telah mengorganisir tim lapangan untuk membuang sampah yang mungkin menumpuk setelah hujan. Hal ini juga meningkatkan jumlah tim kebersihan untuk bekerja membersihkan saluran pembuangan. Tujuannya sebagai upaya mencegah bahaya yang dapat menimbulkan ancaman bagi penduduk dan pengunjung.

Tim telah dikerahkan bersama dengan 520 mesin, termasuk truk, tangki pompa, Bobcats, tanker dan penyapu otomatis, serta sejumlah besar pompa dan mesin penggali.

Makkah memiliki sistem drainase air hujan besar yang mencapai sekitar 540 km dan mencakup semua lingkungan dan tempat suci di kawasan itu.  Pemerintah kota juga melakukan operasi pemeliharaan dan pembersihan sepanjang tahun untuk membantu mengurangi dampak banjir di wilayah tersebut. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru