Malangtimes

Bocah Kelas 2 SD di Kepanjen Dikeroyok, Pelaku Sekitar 7 orang

Nov 23, 2022 18:34
Kasie Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik.(Foto: Istimewa).
Kasie Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Bocah kelas 2 sekolah dasar (SD) di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang menjadi korban pengeroyokan oleh kakak kelasnya kini masih menjalani perawatan di RSI Gondanglegi. Peristiwa tersebut kini juga tengah ditangani oleh Polres Malang. 

Kasie Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik mengatakan bahwa Unit PPA Polres Malang telah memeriksa sejumlah pihak terkait kejadian itu. Di antaranya dari pihak sekolah dan oknum kakak kelas yang menjadi pelaku pengeroyokan. 

Dari pemeriksaan sampai saat ini, diketahui bahwa pelaku pengeroyokan ada sekitar 7 orang. Ketujuh orang tersebut semuanya kakak kelas korban yang masih satu sekolah dengan korban. 

"Kejadiannya di sekitar Sengguruh. Saat pulang sekolah, korban ke sekitar lokasi kejadian, dan di sana sudah ditunggu oleh kakak kelasnya. Kemudian dilakukan penganiayaan atau pengeroyokan di situ," jelas Iptu Taufik. 

Setelah mengeroyok korban, ketujuh pelaku lantas meninggalkannya begitu saja. Hingga akhirnya, korban diantar oleh seseorang yang sedang mencari rumput untuk kembali ke sekolah. 

Dari hasil pemeriksaan, sementara ini korban diketahui mengalami tindakan kekerasan di beberapa bagian tubuh. Seperti di dada dan kepala.

"Informasinya juga ada yang dipelintir, tapi untuk jelasnya, nanti bisa melihat hasil visum," jelas Ipfi Taufik. 

Selain itu, polisi juga mendapatkan informasi bahwa perlakuan bullying tersebut ternyata didapat korban sejak berada di kelas 1 SD. Hingha akhirnya berujung pengeroyokan yang sempat dikabarkan mengakibatkan korban sempat koma. 

Sementara itu, ayah korban Edi Subandi mengatakan bahwa kejadian yang menerima putranya itu terjadi pada 11 November 2022 lalu. Saat itu, korban pulang sedikit telat dan sudah ditunggu oleh kakak kelasnya. 

"Jadi anak saya pulang telat. Ternyata di sekolah depan Sengguruh, waktu dia di parkiran (sepeda) dia diseret tiga atau empat orang anak, kita kurang jelas. Diseret ke bendungan Sengguruh yang ada di depan sekolah. Di sana dianiaya, ditendang, dipukul dadanya sampai sempat sesak nafasnya sulit," jelas Edi. 

Setelah dianiaya, korban lalu ditinggalkan begitu saja oleh pelaku. Kemudian korban ditolong oleh seseorang pencari rumput untuk kembali ke sekolahnya. Lalu dilanjutkan pulang ke rumah. Sesampai di rumah, ternyata korban tidak langsung menceritakan kejadian yang baru saja dialami kepada orang tuanya. 

"Dia hanya nangis sambil membanting sepedanya. Mungkin karena jengkel. Karena yang menganiaya semua anak kelas 6 dan dia sendirian tidak berani," jelas Edi. 

Esoknya, pada Sabtu (12/11/2022), korban tidak masuk sekolah karena mengalami muntah-muntah dan pusing. Saat itu Edi mengira bahwa putranya yang baru saja menjalani perawatan karena tipes, hanya kambuh. 

"Saya bawa ke bidan anak-anak. Dikasih obat sekitar dua hari agak mendingan. Tapi anaknya ngeluh kepalanya pusing, namun enggak panas. Bahkan sorenya itu sampai kejang lalu saya bawa ke dokter," jelas Edi. 

Saat ini Edi telah melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya tersebut untuk ditangani oleh pihak yang berwajib. Informasi yang dihimpun media ini, korban saat ini tengah menjalani perawatan di RSI Gondanglegi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru