Malangtimes

Kasus Covid-19 di Kota Malang Meningkat, Pemakaman Prokes Covid-19 Bertambah

Nov 22, 2022 19:43
Pemakaman dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19. (Foto: Dok. JatimTIMES)
Pemakaman dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19. (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES - Selama dua pekan ke belakang, Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat kasus positif Covid-19 di Kota Malang mengalami peningkatan secara fluktuatif. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menyampaikan, dengan adanya kenaikan kasus positif Covid-19 secara fluktuatif, pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Dua pekan ini peningkatan fluktuatif. Jadi kami imbau tetap disiplin prokes (protokol kesehatan)," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif, Selasa (22/11/2022). 

Selain mengimbau disiplin untuk menerapkan prokes Covid-19, pihaknya juga merekomendasikan masyarakat untuk segera melengkapi dosis Vaksin Covid-19. Pasalnya, hingga saat ini pelaksanaan vaksinasi terus dilakukan di sentra-sentra vaksinasi maupun klinik dan fasilitas layanan kesehatan lainnya. 

Dilansir dari infocovid19.jatimprov.go.id, per hari Selasa (22/11/2022) pukul 14.20 WIB, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang terdapat penambahan sejumlah 24 kasus, kasus aktif Covid-19 bertambah tujuh kasus, berhasil sembuh 17 kasus dan meninggal dunia nihil. 

Dengan adanya perkembangan tersebut, secara keseluruhan angka positif Covid-19 di Kota Malang sebanyak 31.609, kasus aktif Covid-19 144 kasus, berhasil sembuh 30.195 kasus dan meninggal dunia 1.270 kasus. Lalu untuk persentase recovery rate 95,53 persen serta fatality rate 4,02 persen. 

Perkembangan kasus Covid-19 secara fluktuatif ini juga selaras dengan jumlah keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Hal itu dibenarkan oleh Direktur Utama RSSA Malang dr Kohar Hari Santoso. 

"Secara umum memang ada peningkatan dibanding minggu lalu yang hanya belasan. Setidaknya dari 43 tempat yang tersedia, sudah terisi 26 pasien Covid-19," beber Kohar. 

Menurut hasil pemeriksaan tim dokter di RSSA Malang, mayoritas pasien Covid-19 yang dirawat di RSSA Malang memiliki komorbid atau penyakit penyertaan. Di antaranya penyakit kelainan pernafasan, hipertensi atau darah tinggi, serta neurologi.

Disinggung mengenai apakah pasien Covid-19 yang dirawat di RSSA Malang ada yang terkena Covid-19 varian baru, Kohar mengatakan bahwa untuk pemeriksaan jenis varian pada pasien Covid-19, sampel pasien harus dikirim ke Jakarta. 

"Kalau pemeriksaan varian barunya di laboratorium Jakarta. Jadi kami koordinasi dengan lab itu, mereka juga selalu memantau," tutur Kohar. 

Sementara itu, dengan adanya peningkatan kasus Covid-19 secara fluktuatif di Kota Malang, hal ini juga turut menambah daftar pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Alhasil, proses pemakaman harus mengacu pada pedoman secara protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan. 

Kepala UPT Pengelolaan Pemakaman Umum (PPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Subaedi mengatakan, bahwa jumlah pemakaman secara protokol kesehatan Covid-19 pada Oktober hingga November 2022 mengalami peningkatan. 

"Per hari ini (22 November 2022), update pemakaman prokes Covid-19 di Kota Malang sudah 15 pemakaman. Padahal Oktober lalu 11 pemakaman," jelas Subaedi. 

Oleh karena itu, para petugas UPT PPU DLH Kota Malang pun kembali bekerja selama beberapa bulan terakhir. Untuk jumlah personel yang bertugas sebanyak delapan orang. "Peningkatan jumlah pemakaman mulai akhir-akhir ini. Petugas kami juga mulai bekerja ekstra lagi, saya juga minta petugas terus standby," tandas Subaedi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru