Malangtimes

Tingkatkan Perlindungan Hak Anak di Kota Batu, Dewanti Wujudkan 4 Kluster

Nov 22, 2022 19:25
Beberapa anak saat menunjukkan aksinya di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)
Beberapa anak saat menunjukkan aksinya di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)

JATIMTIMES - Sebagai Kota Layak Anak, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berupaya untuk terus meningkatkan perlindungan terhadap hak-hak anak. Upaya yang dilakukan melalui empat kluster.

“Kota Batu punya program untuk perlindungan anak yang terdiri dari empat klaster, yang pertama klaster hak sipil, yang menfasilitasi akta dan administrasi anak,” ucap Dewanti.

Lalu klaster kedua yakni klaster lingkungan. Di mana kluster tersebut berfokus terhadap penurunan angka pernikahan dini sebagai upaya pencegahan bayi stunting.

Klaster ketiga adalah klaster kesehatan anak. “Untuk klaster ketiga ini, kita akan berfokus untuk menurunkan angka kematian bayi, peningkatan kesehatan anak dan pemberian asi eksklusif serta akses air bersih,” imbuh Dewanti yang juga dosen ini.

Sementara untuk klaster keempat, yakni klaster pendidikan anak yang berfokus pada  peningkatan jumlah anak PAUD, wajib belajar 12 tahun dan sekolah ramah anak.

“Pemerintah Kota Batu akan mengalokasikan dana di APBD untuk program perlindungan hak-hak anak, hal ini sebagai dukungan untuk menciptakan Kota Layak Anak,” tambah Dewanti.

Tak hanya itu saja, Pemkot Batu juga sudah menyediakan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga dan Infrastruktur Fasilitas Ramah Anak. Selain itu, Kota Batu telah berinovasi dalam hal pelayanan publik untuk mewujudkan Kota Layak Anak.

“Kami terus bersinergi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan stakeholder terkait untuk mewujudkan Kota Layak Anak dalam memenuhi hak-hak anak yang terdiri dari lima kluster,” tutup Dewanti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru