Malangtimes

Menpora Dorong Suporter di Indonesia Bentuk Organisasi Resmi

Nov 22, 2022 09:30
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali (tengah jaket putih) saat memberikan penjelasan kepada awak media usai menjadi pembicara sosialisasi implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) bersama PWI di Grand Mercure Malang Mirama, Senin (21/11/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali (tengah jaket putih) saat memberikan penjelasan kepada awak media usai menjadi pembicara sosialisasi implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) bersama PWI di Grand Mercure Malang Mirama, Senin (21/11/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pasca Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) lalu yang tewaskan 135 orang, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali mendorong para kelompok suporter di Indonesia segera membentuk sebuah wadah organisasi. 

"Pembinaan suporter harus terorganisir. Kan (saat ini) banyak suporter yang tidak punya organisasi, tidak punya AD/ART hingga keanggotaan. Itu yang kami dorong tetapi tetap bersama federasi (PSSI) bukan kita sendiri," ungkap Zainudin kepada JatimTIMES.com. 

Terlebih lagi, menurutnya para suporter pertandingan olahraga telah dijamin keselamatan dan keamanannya oleh negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Dorongan yang diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI kepada para suporter di Indonesia ini juga telah dilakukan. Salah satunya Zainudin menyebut bahwa beberapa waktu lalu pihaknya telah mengundang perwakilan suporter. 

"Kita sudah mulai dengan mengundang beberapa kelompok suporter yang agak semangat, kemudian kita minta mereka merumuskan sendiri seperti apa yang mereka inginkan dari implementasi Undang-Undang itu  (UU Nomor 11 Tahun 2022)," terang Zainudin.  

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, bahwa pihaknya memang berkeinginan agar pembentukan organisasi di masing-masing suporter di Indonesia berjalan dari suporter langsung ke pemerintah atau bottom-up. "Saya mau ini bottom-up, tapi tetap koridornya undang-undang," kata Zainudin. 

Mantan Anggota DPR RI ini menegaskan, jika dulu terdapat kelompok suporter di Indonesia yang tidak bersedia terorganisir dengan pembentukan organisasi di masing-masing kelompok suporter, maka penerapan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan tidak dapat berjalan maksimal. 

"Jadi kalau dulu ada yang tidak ingin terorganisir, ini nggak bisa, harus terorganisir. Jadi kalau ada apa-apa dia harus tanggungjawab juga," tegas Zainudin. 

Jadi menurutnya, harus terdapat hak dan kewajiban yang masing-masing harus dipenuhi dan dijalankan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. 

"Jadi ada hak dan kewajiban harus terdata harus punya relasi dengan club, dan club punya tanggung jawab membina," imbuh Zainudin. 

Lebih lanjut, Mantan Direktur Bakornas Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) periode 1986-1987 ini menjelaskan, bahwa pihaknya bersama federasi PSSI secara masif telah melakukan sosialisasi terkait Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.  

Dengan begitu, saat kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2022/2023 ke depan bergulir kembali, pihaknya berharap agar masing-masing kelompok suporter sudah membentuk sebuah organisasi suporter dengan kelengkapan Ad/Art serta data keanggotaan yang jelas. 

"Jadi jelas, ada kartunya ada keanggotaannya,  jadi kalau ada apa-apa mereka terjamin, ada perlindungannya, kalau dia buat rusuh, dia juga harus bertanggungjawab," pungkas Zainudin. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru