Malangtimes

Orang Tua Pelajar Penganiaya Nenek Berjanji akan Membina Anaknya 

Nov 22, 2022 07:17
Perwakilan orang tua pelajar penganiaya nenek meminta maaf dan berjanjia akan membina anaknya berperilaku baik (foto: Twitter)
Perwakilan orang tua pelajar penganiaya nenek meminta maaf dan berjanjia akan membina anaknya berperilaku baik (foto: Twitter)

JATIMTIMES - Perwakilan orang tua pelajar yang baru-baru ini viral karena menendang nenek di jalanan, berjanji akan membina anak-anaknya. Pernyataan itu disampaikan salah satu orang tua, di salah satu kantor Desa, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. 

Pihak orang tua pelajar tersebut berjanji untuk membina anak-anaknya agar berperilaku baik. 

"Mudah-mudahan, kami sebagai orang tua membinanya (anak-anak remaja tersebut) agar tidak terulang lagi di kemudian hari," kata perwakilan orang tua siswa penganiaya itu, dilansir Antara.  

Selain itu, pihak orang tua pelajar tersebut juga melakukan permohonan maaf yang disaksikan oleh Kasat Reskrim Polres Tapsel AKBP Paulus Robert Gorby Pembina dan Plh Kasi Humas Polres Tapsel Briptu Erlangga Gautama Nasution. 

"Kami minta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan (korban) ataupun masyarakat umum. Kami sangat menyesali perbuatan anak-anak kami ini. Mudah-mudahan tidak terulang lagu," kata perwakilan orang tua dari siswa penganiaya nenek tersebut. 

Diketahui sebelumnya video kekerasan siswa kepada salah satu nenek di jalanan itu viral di media sosial. Enam pelajar di SMK salah satu sekolah Tapsel yang berinisial IH, ZA, VH, AR, ASH dan RN ditangkap pihak kepolisian pada Sabtu (19/11/2022) malam. 

Berdasarkan keterangan pelaku, mereka berniat iseng memberikan rokok kepada nenek tersebut. Dan salah satunya mengambil video. Kemudian salah satu teman lainnya yang berada di posisi agak jauh dari nenek tersebut tiba-tiba menendang sang nenek hingga tersungkur. Motif pelaku pun disebutkan hanya iseng-iseng saja. 

Mengingat pelaku masih di bawah umur, sehingga pihak kepolisian kemudian melakukan koordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Berdasarkan pemeriksaan, korban yang ditendang diduga memiliki gangguan jiwa. Pasalnya saat dimintai keterangan, pernyataannya berubah-ubah. Bahkan korban juga tidak mengingat identitas dirinya. 

Korban juga telah dilakukan pemeriksaan fisik di rumah sakit dan hasilnya baik secara umum. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan dinas sosial soal penanganan dan rehabilitasi korban penganiayaan tersebut. 

Sebagai informasi, aksi pelajar yang menganiaya nenek tersebut mendapatkan kecaman dari warganet hingga tokoh publik. Salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

"Pelajar penendang nenek-nenek sudah ditangkap. Alasannya katanya iseng. Alasan yang nihil nilai moral dan etika. Perlu dipidana apa dibina saja? Itulah yang menjadi keprihatinan kita bersama. Pintar saja tidak cukup jika tidak dibarengi akhlak atau pribadi berkarakter baik," tulis akun Twitter @ridwankamil. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru