Malangtimes

Aremania Pasang Spanduk Usut Tuntas di Markas Polisi, Netizen Beri Semangat 

Nov 22, 2022 06:45
Nampak tiga orang memasang banner Usut Tuntas diduga di Polsek Pujon (foto: @bocah_halusinasi)
Nampak tiga orang memasang banner Usut Tuntas diduga di Polsek Pujon (foto: @bocah_halusinasi)

JATIMTIMES - Aksi usut tuntas atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 nyawa masih terus digerakkan oleh warga Malang. 

Bukan hanya menggelar aksi di pusat Kota Malang, pada Minggu (20/11/2022) ribuan aremania juga turun ke jalanan di sejumlah pelosok Kabupaten Malang menggelar aksi solidaritas menuntut usut tuntas Tragedi Kanjuruhan. Aksi tersebut kompak diikuti oleh warga di seluruh Malang Raya, baik Kota Malang, Kabupaten Malang hingga Kota Batu.

Salah satu yang menarik perhatian di media sosial adalah aksi aremania yang memasang banner usut tuntas di markas polisi. 

Video itu kali pertama diunggah @bocah_halusinasi. Nampak dalam video tersebut, tiga orang berpakaian hitam sedang sibuk memasang banner usut tuntas. Di belakang ketiga orang tersebut nampak ada logo kepolisian dengan tulisan di atasnya Jawa Timur, yang menandakan kantor polisi di wilayah Jawa Timur. 

"Usut Tuntas, menolak lupa Tragedi Kanjuruhan, 1-10-2022, tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia," tulisan dalam banner yang terpampang di kantor polisi tersebut. 

Dari keterangan tempat video yang diunggah akun tersebut, diduga banner usut tuntas itu dipasang tepat di atas pintu masuk kantor Polsek Pujon, di Jalan Brigjend Abd Manan Wijaya, no 8, Jurangrejo, Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. 

Sontak aksi Aremania itu pun menuai perhatian warganet. Mereka ramai-ramai memberikan dukungan dan semangat kepada pemasang banner. 

"Semangat terus saudara-saudaraku pejuang keadilan, respect," @ablegdwi**. 

"Mantap, coba nang polda jatim sam," @Arkap19**. 

"Loos no sam, terus berjuang demi saudara kita yang gugur di Kanjuruhan," @herysp**. 

"Mantap ki arek malang mapolres di obok-obok, hhhhh," @ireparce**. 

Sebagai informasi, Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 nyawa itu terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam usai laga lanjutan Liga 1 antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya. 

Atas peristiwa tersebut, Presiden Jokowi telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencarian Fakta (TGIPF) yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD. Tim tersebut juga telah selesai menjalankan tugas dan melaporkan ke Jokowi. Bahkan tim juga merekomendasikan kepada pihak-pihak terkait agar tragedi sedemikian rupa tidak terjadi lagi.  

Salah satu kesimpulan dari tim tersebut adalah kematian massal terjadi setelah kepanikan yang dipicu oleh penembakan gas air mata secara tak terukur oleh aparat ke tribun penonton. 

Polda Jatim pun telah melakukan penyelidikan hingga saat ini ada beberapa tersangka yang ditetapkan oleh aparat kepolisian. Di mana sejumlah tersangka tersebut beberapa di antaranya berasal dari kepolisian. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru