Malangtimes

Bisnis Properti Masih Banyak Diminati, DPKPCK: Rata-Rata Investor Lirik Kawasan Penyangga Malang Raya

Nov 21, 2022 14:48
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Budiar Anwar.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Budiar Anwar.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Bisnis di bidang properti dinilai masih banyak dilirik investor untuk berinvestasi di Kabupaten Malang. Menurut Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, hal tersebut diyakini dipengaruhi beberapa faktor. 

Selain program strategis daerah seperti pembangunan dua kampus ternama di Kabupaten Malang, juga diikuti beberapa program lain. Seperti rencana pembangunan Alun-Alun Kabupaten Malang yang kabarnya juga masih terus berprogres. 

"Jadi karena pengaruh dua kampus yang akan dibangun, yakni UB (Universitas Brawijaya) di Tegaron Kepanjen dan UIN (Universitas Islam Negeri) di Turen, ke depannya juga akan dibangun Alun-Alun Kabupaten Malang," ujar Budiar. 

Dirinya tidak menjelaskan secara detail kapan Alun-Alun Kabupaten Malang akan dibangun. Begitu juga dengan lokasi pastinya. Sebab beberapa waktu lalu, catatan media ini, untuk lokasi dibangunnya Alun-Alun Kabupaten Malang beberapa kali mengalami perubahan. 

"Kalau lokasinya (Alun-Alun) kami sudah urus, sudah kami keluarkan dari LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan sudah ditandatangani oleh Dirjen Tata Ruang. Kalau lokasinya masih rahasia," jelas Budiar. 

Menurut Budiar, untuk investasi di bidang properti, seperti perumahan atau rumah untuk kos-kosan, sudah ada beberapa wilayah yang terpetakan banyak diminati investor. Terutama di wilayah Kabupaten Malang yang masuk dalam kawasan penyangga. 

"Rata-rata investor melirik wilayah yang menjadi kawasan penyangga, seperti Tajinan, Wagir, Pakis dan daerah lain," imbuh Budiar. 

Kendati demikian, dalam jangka panjang dirinya berkeyakinan, bahwa investasi properti juga akan semakin bertumbuh di wilayah Kecamatan Kepanjen. Hal tersebut juga memang telah mulai nampak dengan pembangunan dua hotel. Serta ditambah pengaruh ditetapkannya Kepanjen sebagai Ibukota Kabupaten Malang. 

"Jadi tak menutup kemungkinan, juga akan berkembang tidak di kawasan penyangga saja tapi di kawasan inti yakni di Kepanjen," terang Budiar. 

Dengan kondisi tersebut, dirinya pun memang berharap agar iklim investasi juga turut bertumbuh di wilayah Kepanjen. Apalagi dengan informasi yang ia terima terkait pemindahan Stasiun Kepanjen. 

"Apalagi informasi dari Bappeda, stasiun kereta api akan dipindah ke daerah Jalan Sumedang," pungkas Budiar. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru