Malangtimes

Hinaan Pada Ibu Negara Iriana Kembali Muncul, Wali Kota Solo Gibran Pasang Badan

Nov 21, 2022 09:23
Akun baru penghina ibu negara, Iriana di Facebook. (Foto dari internet)
Akun baru penghina ibu negara, Iriana di Facebook. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Satu kasus penghinaan pada Ibu Negara Iriana belum tuntas, kini kembali muncul penghinaan baru pada istri Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Sebelumnya viral sebuah cuitan berasal dari akun Twitter @KoprofilJati menuliskan dugaan penghinaan kepada ibu negara Iriana Jokowi yang bersanding foto bersama dengan ibu negara Korea Selatan Kim Keon Hee.

Kini, muncul lagi penghinaan pada Ibu Iriana yang menyebutnya sebagai emak-emak yang hendak mengantarkan putrinya bermain volli. Hinaan itu muncul saat dirinya tengah berfoto dengan istri Presiden Korea, Kim Keon Hee.

Menanggapi adanya hinaan pada ibundanya, Gibran Rakabuming Raka angkat bicara pada Tweet an tersebut.

Melalui akun Twitter @gibran_tweet, putra sulung Presiden Jokowi dan Iriana Jokowi itu menanggapi komentar warganet yang menampilkan foto ibunya dengan istri Presiden Korea Selatan, Kim Keon Hee. 

"Ada apa ini," cuit Gibran Rakabuming Raka yang dikutip Minggu (20/11/2022). 

Mulanya, akun Twitter @13_trio membalas cuitan Gibran dengan menampilkan tangkapan layar warganet yang diduga menghina Ibu Negara melalui Facebook. 

"Monggo yang ingin ngerujak," balas @13_trio.

Unggahan penghina ibu Iriana di Facebook

Akun Facebook itu bernama Agung Baster. Dalam unggahannya, ia memajang foto Ibu Iriana dengan Kim Keon Hee. Lalu ia menuliskan keterangan bahwa ibu Iriana seperti emak-emak yang akan mengantarkan putrinya (Kim Keon Hee) voli.

"Mereka berdua sebenarnya cuman terpaut usia 9 tahun saja dan sama2 1st Lady. Tapi klo dipoto seperti ini malah terlihat seperti emak2 pengajian yg mau mengantarkan putrinya olahraga voli," tulis akun Agung Baster. 

Kasus penghinaan pada Ibu Iriana yang dilakukan Agung Baster ini sepertinya belum diproses oleh kepolisian.

Sebelumnya, Polri telah mengamankan sosok penghina Ibu Iriana setelah melakukan patroli siber. 

"Informasi tentang kasus itu bermula hasil dari patroli siber yang dilakukan. (Patroli,red) tidak hanya jajaran Dirtipidsiber, tetapi Direktorat Krimsus (Subdit Siber) seluruh Polda se-Indonesia," kata Brigjen Adi Vivid, Minggu (20/11/2022). 

Pada kesempatan yang berbeda, Vivid mengatakan telah mengantongi identitas pemilik akun Twitter itu.

"Identitas terduga sudah kami dapatkan," kata Vivid dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (19/11/2022). 

Namun Vivid enggan membeberkan informasi lebih jauh soal identitas pelaku. Namun ia menegaskan bahwa kasus ini sudah masuk ke dalam penyelidikan Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Patroli yang dilakukan oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri dan direktorat krimsus (subdit siber) polda seluruh Indonesia itu bertujuan agar tidak ada ruang bagi masyarakat untuk menyebarkan hal-hal negatif serta bisa berimplikasi hukum terhadap pelanggaran. "Jadi Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar media sosial yang ada hendaknya digunakan untuk hal-hal yang positif, jangan disalahgunakan untuk menyebarkan SARA, penghinaan, pornografi, kebencian serta hal negatif lainnya," ujarnya. 

Lebih lanjut Vivid menegaskan akan memberikan hukuman bagi penyebar informasi negatif di internet.

"Apabila tetap dilakukan, maka akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya lagi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru