Malangtimes

Cegah Masyarakat Sakit, Wali Kota Sutiaji Andalkan 1.000 Dokter Keluarga di Kota Malang

Nov 20, 2022 20:43
Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif usai melaksanakan kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 di Stadion Gajayana, Jumat (18/11/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif usai melaksanakan kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 di Stadion Gajayana, Jumat (18/11/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya dalam memberikan informasi kesehatan agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit, salah satunya dengan mengandalkan adanya 1.000 dokter keluarga di Kota Malang. 

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Malang Sutiaji. Menurut Sutiaji, program dokter keluarga yang telah berjalan itu akan terus dipantau perkembangannya dalam menangani pasien yang mengeluh sakit. 

"Saya kira dokter keluarga ini memberikan pembelajaran pada keluarga, sehingga bisa mitigasi sakitnya. Jumlah dokter keluarga itu sekitar 1000 orang," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com. 

Pihaknya menjelaskan, salah satu upaya yang terus didorong kepada para anggota dokter keluarga ini yakni dengan memberikan literasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan begitu besar harapannya, masyarakat lebih memahami lagi bagaimana cara menjaga kesehatan. 

"Program dokter keluarga itu sudah berjalan. Satu dokter ada yang menangani sekian orang. Jadi dia harus kunjungan, ngasih tahu tentang informasi dan literasi dari dunia kesehatan," ujar Sutiaji. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini menuturkan, nantinya dengan literasi Kesehatan yang masif diberikan oleh para dokter keluarga, ke depan masyarakat yang sudah mulai merasakan gejala penyakit akan mulai mengetahui bagaimana cara penanganan sementara. 

"Orang yang mungkin kena flu, jadi tahu gejalanya, apakah memang istirahatnya kurang, atau habis makan apa. Jadi literasi ini penting," kata Sutiaji. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, program dokter keluarga dijalankan dengan bekerja sama bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan nama dokter praktek mandiri. 

"Mitranya BPJS, mereka juga punya kapitasi jadi satu dokter berapa yang harus dilayani. Itu sesuai dengan kredensialnya BPJS," tutur Husnul. 

Para anggota dokter keluarga ini juga akan dilakukan evaluasi oleh BPJS Kesehatan. Mulai dari penanganan terhadap pasien hingga pemberian rujukan terhadap pasien oleh dokter keluarga. 

"Nah yang menjadi anggota inilah, yang menjadi evaluasi daripada BPJS. Bagaimana tingkat rujukannya. Kalau rujukannya lebih dari lima persen maka akan dievaluasi. Kenapa kok sampai lebih dari lima persen itu" jelas Husnul. 

Sehingga dengan dilakukannya evaluasi oleh BPJS Kesehatan terhadap layanan yang diberikan oleh dokter keluarga kepada pasien, ke depan yang menjadi catatan adalah bagaimana pasien ke klinik atau fasilitas layanan kesehatan tidak untuk berobat. 

"Sehingga dengan evaluasi seperti itu, semua dokter keluarga akan berusaha supaya yang datang ke kliniknya atau faskesnya itu adalah untuk konsultasi kesehatan, bukan untuk pengobatan kesana," pungkas Husnul. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru