Malangtimes

Temui Demonstran, Kapolsek Bululawang Cium Kening dan Pipi Sejumlah Suporter Cilik Aremania

Nov 20, 2022 19:39
Kapolsek Bululawang, Kompol Ainun Djariyah saat menemui ratusan aksi massa tuntut keadilan tragedi Kanjuruhan. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim Times)
Kapolsek Bululawang, Kompol Ainun Djariyah saat menemui ratusan aksi massa tuntut keadilan tragedi Kanjuruhan. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim Times)

JATIMTIMES - Guyuran hujan lebat di wilayah Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang tak menyurutkan semangat ratusan massa Aremania saat aksi damai untuk menyuarakan keadilan Tragedi Kanjuruhan, Minggu (20/11/2022) sore.

Antusias tersebut juga disambut positif oleh aparat kepolisian. Dari pantauan Jatim Times di lokasi aksi massa, Kapolsek Bululawang, Kompol Ainun Djariyah juga menyempatkan diri untuk menemui ratusan massa.

Ada sekitar 30 peserta aksi massa di barisan depan yang diajak berjabat tangan oleh anggota polisi dengan pangkat satu melati ini. Bahkan sejumlah anak-anak yang saat itu turut serta dalam aksi massa, juga mendapat pelukan hangat dan cium kening dari Kapolsek wanita ini.

Dengan raut wajah yang terlihat sedih, Ainun mengucapkan permintaan maaf dan rasa bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

"Tidak usah, tidak apa-apa, saya tak duduk bersama dengan teman-teman, tidak apa kehujanan asal mikrofon-nya tidak mati," ucapnya usai berjabat tangan dengan perwakilan suporter Arema FC yang menggelar aksi massa di seputaran Jalan Kurnia, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Sebagaimana yang telah diberitakan, ada sekitar 500 suporter Arema FC yang menggelar aksi damai tuntut keadilan tragedi Kanjuruhan pada Minggu (20/11/2022).

Ratusan Aremania dan Aremanita memulai aksinya dengan melakukan long march dari Rest Area Bululawang menuju pertigaan Pasar Bululawang. Dengan dibimbing sang orator, ratusan massa yang saat itu mengenakan pakaian serba hitam bergerak sembari mengusung atribut massa.

Dengan membawa bendera, keranda, boneka mayat, hingga banner dan poster para aksi massa tak henti-hentinya menyuarakan tuntutan mereka. Yakni usut tuntas tragedi Kanjuruhan.

Setibanya di pertigaan Pasar Bululawang, ratusan aksi massa menyempatkan diri untuk berdoa bersama. Dengan diiringi guyuran hujan, mereka tetap nampak hidmat saat membacakan doa tahlil yang dipimpin melalui pengeras suara yang diangkut menggunakan mobil pikap.

"Saya ikut dari awal, mulai orasi dan doa tahlil. Semoga keinginan teman-teman bisa tersampaikan," tutur Ainun di hadapan ratusan aksi massa yang menemuinya.

Anggota polisi yang juga pernah mengemban amanah sebagai Humas Polres Malang ini, mengaku tidak bisa berbicara banyak. Dia merasa terenyuh dengan aspirasi yang disampaikan oleh ratusan aksi massa dari suporter Arema FC.

"Insyaa Allah kami sampaikan, kami akan menjembatani keinginan dari teman-teman sekalian. Monggo pihak yang mewakili nanti kalau ada kesempatan saya undang ngopi bareng di Polsek (Bululawang). Maaf tidak banyak yang bisa saya sampaikan," tukasnya.

Mendapat pernyataan tersebut, secara teratur ratusan suporter Arema FC yang menggelar aksi damai, perlahan mulai bergerak meninggalkan titik kumpul di pertigaan Pasar Bululawang.

Sembari kembali ke titik pemberangkatan long march, yakni di Rest Area Bululawang, ratusan aksi massa menyempatkan diri memungut sampah yang ada di sepanjang Jalan Kurnia, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru