Malangtimes

Aliansi Rakyat Malang Barat Gelar Aksi di Depan Mapolsek Pujon, Ini Tuntutannya

Nov 20, 2022 15:55
Aksi Aliansi Rakyat Malang Barat di depan Mapolsek Pujon.(Foto: Istimewa).
Aksi Aliansi Rakyat Malang Barat di depan Mapolsek Pujon.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Kurang lebih sebanyak 300 massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Malang Barat menggelar aksi di wilayah Kecamatan Pujon. Aksi damai tersebut dilakukan dengan melakukan long march dan mimbar bebas.  

Aksi yang digelar tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada seluruh masyarakat maupun supporter yang sedang memperjuangkan keadilan atas Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu. 

Dimana dalam tragedi tersebut, tercatat ada sebanyak 135 orang korban meninggal dunia. Dan ratusan warga lain mengalami luka-luka akibat insiden memilukan tersebut. 

"Sebenarnya kita kemarin itu memperkirakan kurang lebih ada 150 masyarakat yang hadir. Ternyata, tadi saat aksi lebih banyak, kurang lebih ada sekitar 300 orang," jelas Koordinator Aksi, Haitsam Nuril Brantas Anarki kepada JatimTIMES, Minggu (20/11/2022).

Haitsam mengatakan, aksi diawali dengan berkumpul di Rest Area Pujon sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah berkumpul, massa melakukan koordinasi untuk melakukan aksi selanjutnya yakni long march. 

"Jadi kami (massa aksi) setelah berkumpul kami berkoordinasi. Lalu melakukan long march ke depan Mapolsek Pujon untuk menggelar mimbar bebas," jelas Nuril.

Para massa aksi tidak hanya berasal dari kalangan supporter saja. Namun juga banyak masyarakat lain yang terlibat dalam aksi damai tersebut. 

"Makanya kami menggunakan nama Aliansi Rakyat Malang Barat, karena bukan Aremania saja," imbuh Nuril.

Dalam aksi tersebut, massa berjalan sambil membawa poster dan spanduk yang berisi tuntutan. Salah satunya adalah 'Kemanusiaan di Atas Segalanya'.

Spanduk tersebut juga dibentangkan saat massa berhenti di ruas jalan depan Mapolsek Pujon. Di lokasi ini, massa berorasi dan manyampaikan tuntutannya. 

Hal tersebut tentu saja membuat arus lalu lintas menjadi macet. Sebab, ruas jalan itu termasuk jalan poros, yakni jalur Malang menuju Kediri. Namun kemacetan tidak berlangsung lama, hanya sekitar 30 menit.

Setelah berorasi dan menyampaikan tuntutannya, massa kembali berjalan menuju wilayah Desa Pandesari. Dan secara berangsur massa membubarkan diri dengan aman dan tertib.

"Iya memang tadi kita (massa aksi) sempat membuat jalan macet, sekitar 30 menit. Setelah menyampaikan orasi, kami berjalan ke Pandesari lalu membubarkan diri," jelas Nuril.

Nuril menegaskan, aksi yang digelar oleh Aliansi Rakyat Malang Barat itu hanya ditunggangi kemanusiaan. Terutama untuk memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang sedang berjuang terkait Tragedi Kanjuruhan.

"Ya intinya tuntutan kami sama dengan tuntutan rekan-rekan yang sedang melakukan aksi di titik lain," imbuh Nuril. 

Sementara itu, ini sembilan tuntutan yang disampaikan dalam aksi yang digelar di Mapolsek Pujon:

1). Mendesak Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan, khususnya mengusut siapa saja yang terlibat dan menghukum mereka sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

2). Mendesak pemerintah dan institusi terkait untuk memberikan regulasi yang baik, tegas, edukatif, serta berperan aktif dalam pembinaan klub serta suporter sepak bola.

3). Meminta Kejaksaan Tinggi, Hakim, dan siapapun yang terlibat dalam penegakan hukum bisa bersikap amanah, adil, dan profesional dalam penanganan kasus Tragedi Kanjuruhan.

4). Mendesak Kapolri dan Panglima TNI untuk melakukan evaluasi secara tegas, adil, dan transparan atas dugaan pelanggaran profesionalisme serta kinerja anggota Polri-TNI yang bertugas saat peristiwa Tragedi Kanjuruhan terjadi.

5). Menyarankan TNI dan Polri untuk beradab dan memberikan edukasi terhadap anggotanya terkhusus mengenai prosedur pengamanan pertandingan sepak bola dengan tegas dan humanis.

6). Mendesak pihak-pihak terkait untuk memecat jajaran Exco PSSI dan tidak memperbolehkan mereka terlibat dalam persepakbolaan nasional, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan etik atas insiden Tragedi Kanjuruhan.

7). Mendesak pejabat tinggi dan wakil rakyat di Malang Raya, untuk amanah dan terlibat aktif dalam pengawalan kasus Tragedi Kanjuruhan

8). Mendesak direksi dan manajemen Arema (Arema FC), untuk bersikap jelas dan melakukan langkah nyata dalam pengusutan insiden Tragedi Kanjuruhan.

9). Mendesak direksi dan manajemen Arema (Arema FC) untuk melakukan instrospeksi serta evaluasi diri besar-besaran atas kejadian Tragedi Kanjuruhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru