Malangtimes

Diskominfo Kota Malang Imbau Masyarakat Segera Migrasi dari TV Analog ke TV Digital

Nov 19, 2022 20:04
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang Muhammad Nur Widianto saat ditemui di Balai Kota Malang, Kamis (20/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang Muhammad Nur Widianto saat ditemui di Balai Kota Malang, Kamis (20/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang mengimbau seluruh masyarakat Kota Malang yang saat ini masih menggunakan TV Analog agar segera migrasi atau beralih menggunakan TV digital dengan set top box (STB).

Hal itu disampaikan Kepala Diskominfo Kota Malang Muhammad Nur Widianto. Pria yang akrab disapa Wiwid ini mengatakan, imbauan itu menyusul adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang mulai melaksankan analog dwitch-off (ASO) atau mematikan siaran TV analog sejak awal  November 2022 lalu dan mendorong masyarakat untuk menggunakan STB untuk mengaktifkan siaran TV digital.

"Saat ini kami minta masyarakat segera beralih ke TV digital secepatnya karena kita mengacu pada imbauan Kementerian Kominfo terkait migrasi siaran TV analog ke digital," ungkap Wiwid, Sabtu (19/11/2022).

Mantan kabag humas Sekretariat Daerah Kota Malang ini menyampaikan,  Diskominfo Kota Malang telah mengajukan bantuan 2.927 unit STB kepada pemerintah pusat melalui Diskominfo Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Sebanyak 2.927 unit STB tersebut mengacu pada data warga yang terdapat pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kota Malang.

Meskipun telah diajukan, Wiwid belum bisa memastikan kapan 2.927 unit STB dapat terealisasi. Pasalnya, hingga kini masih belum ada tindak lanjut atas 2.927 data yang telah diajukan oleh Diskominfo Kota Malang kepada pemerintah pusat melalui Diskominfo Provinsi Jatim.

Sementara itu, sebelumnya Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)  Rosarita Niken Widiastuti saat webinar "Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan STB Bantuan Kominfo bersama Komisi I DPR RI" Senin (31/10/2022) lalu membeberkan beberapa alasan agar Indonesia berpindah dari siaran TV analog ke TV digital.

Di antaranya, agar publik mendapatkan siaran TV yang berkualitas. Pasalnya, dengan siaran TV digital, gambar dan suara yang disajikan lebih bersih dan jernih atau tidak ada siaran sama sekali ketika perangkat tidak mendapatkan sinyal.

Kemudian, siaran TV digital bersifat efisien dalam penggunaan spektrum frekuensi. Siaran TV analog selama ini menggunakan seluruh pita pada frekuensi radio 700MHz. Namun pada siaran TV digital satu pita frekuensi dapat digunakan antara enam sampai 12 kanal.

Selanjutnya, efisiensi pada siaran TV digital akan memberikan dividen digital spektrum frekuensi radio. Pasalnya, ketika seluruhnya beralih ke siaran TV digital, Indonesia akan mendapatkan dividen digital 112MHz pada spektrum itu yang nantinya dapat berdampak pada akses internet cepat.

Lalu, penataan spektrum frekuensi radio dari siaran TV digital akan mendorong ekonomi digital. Riset dari Kementerian Kominfo dan Boston Consulting Group memprediksi ada 200.000 lapangan kerja berkat digitalisasi penyiaran.

Selain itu, dengan dijalankannya siaran TV digital, maka biaya untuk membuat stasiun televisi menjadi lebih murah dibandingkan saat menggunakan siaran TV analog. Hal itu juga membuka peluang untuk pertumbuhan kreasi konten. Terakhir, migrasi ke siaran TV digital sangat diperlukan untuk menghindari sengketa dengan negara tetangga akibat interferensi spektrum frekuensi di wilayah perbatasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru