Malangtimes

Antisipasi LSD, Sejumlah Pembatasan Ternak Masih Dilakukan di Kabupaten Malang

Nov 19, 2022 19:48
Ternak sapi di Lamongan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ternak sapi di Lamongan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Masyarakat Kabupaten Malang yang berprofesi sebagai peternak masih harus menjaga kebersihan pola hidup ternaknya. Hal tersebut lantaran saat ini, meskipun baru saja dihantam wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), peternak masih harus dihadapkan dengan wabah Lumpy Skin Disease (LSD). 

Hal tersebutlah yang melatarbelakangi bahwa hingga saat ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang masih memberlakukan sejumlah batasan pada ternak. Salah satunya pada beroperasinya pasar hewan. 

"Antisipasi awal masih sama seperti PMK. Disinfektan, pasar hewan masih belum dibuka. Dan lalu lintas ternak juga masih kita larang. Itu antisipasinya. Karena belum kelihatan muncul. Tapi sudah harus antisipasi," ujar Kepala DPKH Kabupaten Malang Eko Wahyu Widodo. 

Berdasarkan informasi yang terima, saat ini kasus LSD pada ternak sudah ditemukan di beberapa daerah di Jawa Tengah. Yakni di Blora, Boyolali dan Semarang. Namun untuk perkembangan lebih lanjut masih akan ia pastikan lagi. 

"Blora, Boyolali dan Semarang. Itu sampai sekarang belum tahu penyebarannya, apakah menyebar, atau sudah berhenti. Di Kabupaten Malang masih aman," jelas Eko. 

Kendati terbilang masih aman, dan belum adanya laporan tentang LSD, dirinya berharap agar masyarakat tetap waspada dan antisipasi. Kalau pun ada, ia mengatakan bahwa pihaknya masih harus menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. 

"Kalau pun ada kita juga harus lihat petunjuk (pemerintah) pusat bagaimana. Karena tidak sama dengan PMK. Kalau PMK begitu kena, jatuh mati," jelas Eko.

Menurut Eko, antisipasi tersebut dimaksudkan setidaknya untuk mencegah dampak berlebih jika LSD ditemukan di Kabupaten Malang. Kendati demikian ia tak berharap wabah itu ada di Kabupaten Malang. 

"Kalau LSD ini kematian kecil, tapi produksi kalau susu sapi perah ya menurun. Produksi susu, dan pertumbuhan kurang sehat. Di daerah lain belum ada laporan yang mati akibat LSD," terang Eko. 

Sebagai informasi, Lumpy Skin Diseases (LSD) adalah penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus pox. Penyakit LSD menyerang hewan sapi, kerbau dan beberapa jenis hewan ruminansia liar. Meskipun tidak bersifat zoonosis atau tidak menular kepada manusia, namun LSD menimbulkan kerugian yang besar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru