Malangtimes

Antisipasi Pencurian, Doktor UB Kembangkan Perangkat Keamanan Jaring Apung Berbasis Tenaga Surya

Nov 19, 2022 19:07
Pemasangan perangkat keamanan jaring apung berbasis tenaga surya. (Ist)
Pemasangan perangkat keamanan jaring apung berbasis tenaga surya. (Ist)

JATIMTIMES - Tim doktor dari UB,l (Universitas Brawijaya) mengembangkan sebuah perangkat yang inovatif. Perangkat ini dapat digunakan dalam pencegahan pencurian ikan pada keramba jaring apung yang ada di laut. 

Alat tersebut adalah perangkat monitoring keramba jaring apung berbasis tenaga surya yang akan menambah tingkat keamanan dan memudahkan pemantauan keranjang

Perancang sistem Akhmad Zainuri mengatakan, pengembangan solar panel ini dilatarbelakangi oleh sulitnya akses listrik dari daratan Gili Ketapang.

Di sekitar lokasi itu, terdapat lebih dari 400 petak dengan komoditas ikan utama adalah kerapu. Produktivitas budidaya kerapu cukup baik. Tetapi, marak terjadi pencurian ikan pada keramba pembudidayanya.

Kondisi tersebut disebabkan dengan ketiadaan sumber daya listrik sebagai sumber penerangan untuk pemantauan. Terlebih lagi, lokasi keramba dengan lokasi pemantauan dan juga sumber listrik juga cukup jauh. Hal inilah yang menyulitkan pemilik keramba kesulitan dalam memonitor keramba miliknya. 

Dari latar belakang itu, kemudian tercetus ide untuk melakukan pengembangan perangkat monitoring keramba jaring apung berbasis tenaga surya.

1

Perangkat berbasis tenaga surya ini terdiri dari perangkat solar panel, sistem penerangan dan dilengkapi sebuah sensos gerak. Kapasitas atau daya listrik tentunya dioptimalkan agar dalam fungsinya bisa berjalan dengan optimal. 

Perangkat ini memiliki kelebihan dapat mendeteksi gerakan manusia yang beraktivitas di sekitar keramba. Sehingga, manakala hal itu terjadi, maka penerangan akan berfungsi dan memudahkan pemilik tambak untuk mengetahui jika keramba miliknya didatangi oleh pernah yang tak dikenal.

"Perangkat ini akan terus dipantau secara berkala, agar dapat membantu pembudidaya dalam mengamankan keramba masing-masing," katanya.

Lebih lanjut, pengunaan alat ini juga tak terlalu memberatkan para pemilik keramba dengan biaya operasional yang mahal. Meski begitu, terdapat satu tantangan pada alat ini. Namun, tentu pengembangan akan terus dilakukan.

"Kondisi gelombang tak menentu pada perairan Gili Ketapang serta ancaman korosi akibat air dan uap garam menjadi tantangan tersendiri," tuturnya.

Sementara itu, saat ini, perangkat tersebut telah terpasang pada dua area keramba di Gili Ketapang. Para pemilik keramba tersebut menyambut baik dan berharap terdapat tambahan perangkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru