Malangtimes

42 Drum Oplosan Obat Sirup Ditemukan di CV Samudera Chemical

Nov 19, 2022 17:25
Ilustrasi sirup oplosan yang ditemukan Bareskrim Polri. (Foto dari internet)
Ilustrasi sirup oplosan yang ditemukan Bareskrim Polri. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Sebanyak 42 drum propilen glikol (PG) sebagai oplosan obat sirup ditemukan di CV Samudera Chemical. Penemuan bahan baku penyebab gagal ginjal itu ditemukan oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri.

"Yang diduga ditemukan ada 42 drum. 42 drum itu propilen glikol yang diduga mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG)," kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dimintai konfirmasi, Sabtu (19/11/2022).

Penemuan barang bukti tersebut saat Bareskrim Polri melakukan penggeledahan pada CV Samudera Chemical. Lebih lanjut Pipit mengatakan, pemilik CV Samudera Chemical inisial E hingga kini belum kunjung diperiksa karena diduga melarikan diri.

"Jadi pemilik CV Samudera Chemical itu belum diketahui keberadaannya, tapi kita sudah geledah dan menemukan barang bukti. Barang bukti pengoplosannya ya," ujarnya.

Selain CV Samudera Chemical, perusahaan lain juga turut menjadi tersangka dalam kasus ini. Perusahaan tersebut adalah PT Afi Farma. Kedua perusahaan itu terbukti melakukan tindak pidana memproduksi obat atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar mutu.

"Ya betul," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Kamis (17/11/2022) lalu.

Dua perusahaan nakal tersebut telah memproduksi obat atau mengedarkan persediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat, kemanfaatan, dan mutu.Lalu Dedi mengatakan, PT Afi Farma dengan sengaja tidak melakukan uji coba pada penambahan bahan PG yang ternyata mengandung EG dan DEG melebihi ambang batas.

"PT A hanya menyalin data yang diberikan oleh supplier tanpa dilakukan pengujian dan quality control untuk memastikan bahan tersebut dapat digunakan untuk produksi," ucap Dedi.

PT Afi Farma sendiri mendapatkan bahan tersebut dari CV Samudera Chemical. Hal itu terungkap setelah dilakukan kerja sama dengan BPOM di lokasi. Dedi mengatakan, pihaknya telah mengamankan sejumlah bukti berupa obat yang telah diproduksi oleh PT Afi Farma.

"Barang bukti yang diamankan adalah sejumlah obat sediaan farmasi yang diproduksi oleh PT A, berbagai dokumen termasuk PO (purchasing order) dan DO (delivery order) PT A, hasil uji lab terhadap sampel obat produksi PT A, dan 42 drum PG yang diduga mengandung EG dan DEG, yang ditemukan di CV SC," kata Dedi.

PT Afi Farma selaku korporasi disangkakan Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 juncto Pasal 201 ayat 1 dan/atau ayat 2 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 3 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2 miliar.

Sementara itu, CV Samudera Chemical dijerat Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 dan/atau Pasal 60 angka 4 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tentang Perubahan atas Pasal 197 juncto Pasal 106 juncto Pasal 201 ayat 1 dan/atau ayat 2 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 62 juncto Pasal 8 ayat 3 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen juncto Pasal 55 dan/atau Pasal 56 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru