Malangtimes

Disebut-sebut Mirip 'Kerja Rodi' Bikin Karyawan Twitter Resign Massal

Nov 19, 2022 12:52
Kuasai Twitter, Musk terapkan aturan baru. (Foto dari internet)
Kuasai Twitter, Musk terapkan aturan baru. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Karyawan Twitter melakukan aksi resign atau pengunduran diri massal setelah pemilik baru perusahaan media sosial itu, Elon Musk, mengatakan kerja ekstra keras atau mundur. Menurut mantan karyawan Twitter, resign massal dilakukan setelah ultimatum baru diterapkan di perusahaan itu.

Pada Oktober kemarin, Miliarder Elon Musk resmi jadi pemilik tunggal Twitter usai menuntaskan akuisisi senilai US$44 miliar (Rp683,3 triliun).

Setelah sukses membeli dan menuntaskan akuisisi, Musk memecat CEO Twitter Parag Agrawal, Chief Financial Officer Ned Segal, dan kepala urusan hukum dan kebijakan Vijaya Gadde, sosok sentral di balik pemblokiran mantan Presiden AS Donald Trump.

Tak berhenti sampai di situ, The New York Times melaporkan Sean Edgett, penasihat umum, juga dipecat. Bloomberg turut melaporkan Chief Customer Officer Sarah Personette, yang sempat berkicau senang dengan akuisisi oleh Musk ini, senasib.

Setelah dua hari pemecatan para petinggi Twitter, Musk kembali memecat insinyur perangkat lunak Twitter Eric Frohnhoefer melalui sebuah cuitan.

Pemecatan terhadap Frohnhoefer dilakukan oleh Musk lantaran ia deengan Frohnhoefer telah terlibat selisih paham.

"Dia (Frohnhoefer) dipecat," tulis Musk di cuitan Twitter.

Selisih pahan tersebut terjadi setelah Frohnhoefer mencuitkan bukti yang menunjukkan bahwa Musk salah tentang klaimnya bahwa Twitter berjalan sangat lambat di berbagai negara. Frohnhoefer pun mengonfirmasi bahwa dia kehilangan akses ke sistem internal Twitter.

Frohnhoefer mengetahui pemecatannya itu ketika seorang teman mengirimkan cuitan Musk. Ia mengatakan bahwa bahkan tidak ada pihak Twitter yang menghubunginya mengenai pemecatan tersebut.

Tak hanya Frohnhoefer, beberapa karyawan Twitter lainnya juga dipecat pada Selasa (15/11). Hal itu diketahui dari email yang berisikan bahwa perilaku para karyawan tersebut telah melanggar kebijakan perusahaan.

Pemecatan massal yang dilakukan Musk diduga akibat kejujuran para karyawan dalam mengkritik Musk di Slack perusahaan. Menanggapi dirinya tengah ramai diperbincangkan atas pemecatan massal itu, Musk menanggapinya dengan permintaan maaf.

"Saya ingin meminta maaf karena telah memecat para jenius ini. Bakat mereka yang luar biasa tidak diragukan lagi akan sangat berguna di tempat lain," ungkap Musk.

Kurang dari sebulan setelah Musk mengakuisisi perusahaan media sosial itu senilai US$44 miliar atau Rp680 triliun, ia telah memecat setengah dari tenaga kerjanya awal bulan.

Musk mengkritik pengeluaran dan budaya kerja Twitter sebelum ia beli. Ia mengatakan perusahaan membutuhkan pemotongan biaya yang tajam dan memulai kembali layanannya.

Pasca pemecatan massal itu, Musk mengirim pesan ke Twitter staf TWTR.MX. Musk mengatakan bagi karyawan yang sudah di pecat, memiliki waktu hingga Kamis (17/11) untuk memutuskan tetap mau bekerja tapi dengan intensitas tinggi dan jam kerja panjang atau memilih berhenti lalu mengambil paket pesangon tiga bulan gaji.

Musk juga memberikan informasi, bagi yang tidak mengklik tautan yang telah diberikan, maka orang tersebut sudah membuat keputusan untuk keluar dari Twitter. Musk kemudian mengucapkan terima kasih pada karyawan yang telah membangun Twitter dan ia juga menghargai setiap keputusan yang diambil.

"Apapun keputusan yang Anda buat, terima kasih atas usaha Anda untuk membuat Twitter sukses," kata pesan tersebut.

Dari informasi yang beredar, sebagian besar karyawan Twitter memilih untuk berhenti dari pada harus bekerja ekstra keras dengan jam kerja yang lebih lama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru