Malangtimes

Waspada, Dokter Zubairi: BOR Covid RSSA Malang Meningkat 48 Persen

Nov 19, 2022 10:58
Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI Prof dr Zubairi Djoerban menyebut adanya peningkatan pasien covid di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar Malang (RSSA) (foto: Tangkapan layar Twitter @ProfesorZubairi)
Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI Prof dr Zubairi Djoerban menyebut adanya peningkatan pasien covid di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar Malang (RSSA) (foto: Tangkapan layar Twitter @ProfesorZubairi)

JATIMTIMES - Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI Prof dr Zubairi Djoerban menyebut adanya peningkatan pasien covid di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar Malang (RSSA). Pernyataan itu disampaikan dokter Zubairi melalui laman Twitternya. 

"Alarm. Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar Malang (RSSA) penuh pasien Covid-19. Ruang isolasi juga penuh, sementara UGD-nya stagnan. Waspada!" tulisnya. 

Menambahkan informasi itu, dokter Zubairi juga menyebut tingkat keterisian (BOR) RSSA untuk pasien covid-19 sebesar 48 persen. 

"Cukup (meningkat) signifikan, karena sebelumnya rata-rata BOR rumah sakit di Indonesia ada di bawah 5%," kata dokter Zubairi. 

Sementara itu, dilansir dari data laman ruvid.ub.ac.id/front/ sebagai dashboard monitoring status rumah sakir Covid-19 di Malang Raya. 

Perkembangan terakhir pada Jumat (19/11/2022) pukul 09.35 WIB, dari total 75 kapasitas ruang isolasi dengan ventilator, terisi 6 ruang. Sekitar 69 ruang isolasi dengan ventilator siap digunakan.

Sementara ruang isolasi tanpa ventilator dengan kapasitas 294, telah terisi 64 ruang. Sehingga 230 ruang isolasi tanpa ventilator siap digunakan. 

Sedangkan untuk ruang isolasi natural flow tanpa ventilator, dari kapasitas 416, telah terisi 86 ruang. Sekitar 330 ruang isolasi natural flow tanpa ventilator yang siap digunakan. 

Sementara di ruang IGD Covid dari kapasitas 135 ruang terisi 9. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru