Malangtimes

UB Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, 2 Diantaranya Merupakan Pasutri 

Nov 18, 2022 19:27
Dari kiri, Prof Dr Hamidah Nayati Utami, SSos MSi dan Prof Dr Ir Mohammad Mahmudi MS, Prof Dr Eng Mega Nur Sasongko ST MT, Prof Dr Eng Widya Wijayanti ST MT (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Dari kiri, Prof Dr Hamidah Nayati Utami, SSos MSi dan Prof Dr Ir Mohammad Mahmudi MS, Prof Dr Eng Mega Nur Sasongko ST MT, Prof Dr Eng Widya Wijayanti ST MT (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Jumlah Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) kian bertambah. Ini setelah 4 dosennya dikukuhkan menjadi Guru Besar. 

4 Guru Besar baru tersebut, yakni 
Prof Dr Eng Mega Nur Sasongko ST MT dari Fakultas Teknik; Prof Dr Eng Widya Wijayanti ST MT dari Fakultas Teknik; Prof Dr Hamidah Nayati Utami, SSos MSi dari Fakultas Ilmu Administrasi dan Prof Dr Ir Mohammad Mahmudi MS dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FKIP).

Prof Dr Hamidah Nayati Utami, SSos MSi  dikukuhkan menjadi Guru Besar ke 300 dan Prof Dr Ir Mohammad Mahmudi MS dikukuhkan menjadi Guru Besar ke 301, Prof Dr Eng Mega Nur Sasongko ST MT, dikukuhkan sebagai Guru Besar UB ke 302, Prof Dr Eng Widya Wijayanti ST MT dikukuhkan sebagai Guru Besar ke 303 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan UB.

2

Dalam orasinya, Prof Dr Eng Mega Nur Sasongko ST MT membawa materi Uji Teknis Dropspray Biodiesel Minyak Goreng Bekas, Prof Dr Eng Widya Wijayanti ST MT Konservasi Energi Berbasis Pirolisis Untuk Penguatan Sumber Energi Non Fosil. 

Sementara Prof Dr Hamidah Nayati Utami, SSos MSi  dalam orasinya membawakan Model Manajemen Sumber Daya Manusia Situasional pada Organisasi Bisnis di Era Perubahan Cepat dan Ketidakpastian. Dan Prof Dr Ir Mohammad Mahmudi MS dalam orasi membawa judul Model Duga Produktivitas Perairan (MDPP) Untuk Produksi Perikanan Berkelanjutan.

Dari 4 Profesor baru yang dikukuhkan itu, ada hal yang menarik. Dua diantaranya merupakan pasangan suami istri, yakni Prof Dr Eng Mega Nur Sasongko ST MT dan Prof Dr Eng Widya Wijayanti ST MT dan sama-sama berasal dari Fakultas Teknik.

1

Menjadi profesor bersamaan dijelaskan Prof Widya, bukan menjadi sebuah hal yang direncanakan. Bahkan, awalnya sang suami pun tak punya rencana untuk sampai meraih gelar akademik tertinggi ini. Sebaliknya, sang istrilah yang kemudian mempunyai timeline atau target menjadi seorang Guru Besar. 

Pengajuan Guru Besar, dijelaskan Prof Widya dilakukan pada Juni tahun sebelumnya dan surat keputusan terbit pada April 2022. Sedang sang suami, pengajuan dilakukan pada Oktober surat keputusan juga terbit pada April 2022. 

"Kami itu selalu diskusi, teman diskusi sampai penelitian juga diskusi, karena bidangnya hampir sama, konservasi energi. Tapi kalau produksi papar kami kerja sendiri, kami profesional," jelasnya.

Prof Widya mengatakan, jika dirinya terlebih dahulu mengajukan untuk guru besar dan kemudian disusul oleh sang suami yang terus dimotivasi olehnya. Proses pengajuan Guru Besar telah dilakukan sejak lama sekitar 10 tahun. Upaya itu dilakukan dengan terus memproduksi papar atau artikel ilmiah. 

"Sebenarnya saya malah nggak ingin jadi Guru besar," kata Prof Mega. yang kemudian ditimpali Prof Widya. "Saya ngajukan dulu, baru kemudian dia (suami) mengajukan, papernya sudah lengkap mau apalagi, akhirnya sedikit saya paksa juga," katanya.

Dalam prosesnya, penelitian dilakukan masing-masing dengan tema tersendiri. Sementara dalam kegiatan seminar dan lainnya pihaknya saling berkolaborasi. Sama-sama menjadi Guru Besar, ketika di rumah, manajemen waktu tetap dilakukan, meskipun terkadang harus saling bergantian dalam melakukan pekerjaan rumah.

"Kalau saya si bisa bagi waktu, tapi kalau dia ini (Prof Widya) kadang di rumah masih kerja saja," ujar Prof Mega sembari tertawa didampingi sang istri.

Sama-sama menjadi guru besar, tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri. Namun, terkadang ada sedikit canggung terhadap rekan lainnya. Sebab, suami istri sama-sama menjadi Guru Besar. 

"Kadang-kadang senang, tapi juga nggak enak, karena teman-teman kan juga ada yang mengajukan guru besar juga tapi kok saya berdua, tapi kan semua takdir Allah. Tapi kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik," ungkap pasangan yang mempunyai tiga anak ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru