Malangtimes

Pimpinan CV Samudera, Sosok Pemicu Gagal Ginjal Akut, Diburu Polisi

Nov 18, 2022 14:41
Bareskrim Polri. (Foto dari internet)
Bareskrim Polri. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Bareskrim Polri masih memburu pimpinan CV Samudera Chemical berinisial E usai pelaku kabur setelah terseret kasus gagal ginjal akut.

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan, pihaknya akan terus menggali informasi keterangan pemilik perusahaan tersebut soal penyediaan bahan baku obat Propilen Glikol (PG) yang ternyata memiliki kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi batas.

"Sumber temuan PG ini sedang didalami karena saat ini pelaku melarikan diri," ujarnya, Jumat (18/11/2022).

Lebih lanjut Pipit mengatakan pendalaman dilakukan untuk melakukan pengembangan kasus pidana gagal ginjal tersebut. "Nanti kami pastikan dari pelaku dulu apakah mereka memproduksi atau mendapat suplai dari pihak lain," tuturnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo sebelumnya mengatakan perusahaan tersebut terbukti melakukan tindak pidana memproduksi obat atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar mutu.

Kemudian, Bareskrim Polri menetapkan dua perusahaan sebagai tersangka kasus gagal ginjal akut.  Kedua perusahaan tersebut adalah PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical.

Dua perusahaan tersebut terbukti memproduksi obat atau mengedarkan farmasi tidak sesuai dengan standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat, kemanfaatan dan mutu. 

Dedi mengatakan PT Afi Farma dengan sengaja tidak melakukan pengujian bahan tambahan PG yang ternyata mengandung EG dan DEG melebihi ambang batas.

"PT A hanya menyalin data yang diberikan oleh supplier tanpa dilakukan pengujian dan quality control untuk memastikan bahan tersebut dapat digunakan untuk produksi," ucap Dedi.

PT Afi Farma sendiri mengaku mendapat bahan baku tambahan serbut dari CV Samudera Chemical. Pada saat penggeledahan, ditemukan 42 drum propylen glycol yang mengandung ethylen glycol melebihi ambang batas.

"Barang bukti yang diamankan yakni sejumlah obat sediaan farmasi yang diproduksi oleh PT A, berbagai dokumen termasuk PO (purcashing order) dan DO (delivery order) PT A, hasil uji lab terhadap sampel obat produksi PT A dan 42 drum PG yang diduga mengandung EG dan DEG, yang ditemukan di CV SC," kata Dedi.

Akibat perbuatannya, PT Afi Farma selaku korporasi disangkakan Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) juncto Pasal 201 ayat (1) dan/atau ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (3) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2 miliar.

Sedangkan  CV Samudera Chemical dijerat Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 60 angka 4 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan Atas Pasal 197 Jo Pasal 106 Jo Pasal 201 ayat (1) dan/atau ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 62 Jo Pasal 8 Ayat (3) UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo pasal 55 dan/atau pasal 56 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru