Malangtimes

Serem, Pedagang di Jember Campur Adonan Dawet Pakai Karbit

Nov 18, 2022 08:05
Konferensi pers saat pelaku pedagang dawet ditangkap Polres Jember (foto: @undercover.id)
Konferensi pers saat pelaku pedagang dawet ditangkap Polres Jember (foto: @undercover.id)

JATIMTIMES - Baru-baru ini warganet menyoroti penangkapan pedagang dawet yang mencampurkan adonannya dengan karbit, di Jember. Mereka menjadi was-was untuk jajan dawet di pinggir jalan.

Kronologi kejadiannya berawal dari laporan dari warga yang curiga dengan hasil buatan dawet dan nata de coco milik pedagang berinisial HL. 

Setelah mendapatkan informasi, polisi segera mendatangi pria berusia 30 tahun asal Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember itu. Di sana, polisi menemukan zat berbahaya dalam pembuatan dawet dan nata de coco. 

“Dicampur dengan bahan kalsium karbida yang sebenarnya kegunaan utama untuk bahan pengelasan,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Aryawiguna, dilansir Kompas. 

Diakui HL, penggunaan zat berbahaya dilakukan sebagai pengeras dan pengental dawet. Kemudian dawet dan nata de coco dijual ke pasar tradisional, di wilayah Kabupaten Jember. 

“Dia menjual ke beberapa pasar dengan kemasan plastik,” ujar Komang. 

Setiap kemasan plastik dawet dan nata de coco dijual seharga Rp 1.500 hingga Rp 5.000. Mirisnya, pelaku sudah memproduksi makanan menggunakan zat berbahaya itu selama tiga tahun terakhir. 

Akibat perbuatannya, pelaku disangka Pasal 62 Ayat 1 juncto Pasal 8 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pelaku terancam lima tahun penjara atau denda maksimal Rp 2 Miliar. 

Karena berita unggahan @undercover.id itu, warganet pun keluhkan perasaan was-was ketika jajan di pasar tradisional. 

"Mungkin ini salah 1 alasan aku jarang banget belanja di pasar tradisional. Mending belanja di supermarket yg udah pasti-pasti aja," @devy***. 

Selain itu, warganet juga merasa kasihan pada penjual dawet yang jujur. Dampak penangkapan pelaku dawet berbahaya, pasti warga jadi was-was untuk beli dawet. 

"bang berpikir gak sih imbasnya ke temen" seprofesi bang dawet yg beneran jujur jualan, kasian tau bang," @andikaforna***. 

"Kalo kaya gini kasihan yg berjualan jujur dijalanan pakkk... Kzl deh," @miyaca***. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru