Malangtimes

Berjalan Lancar, Presiden Prancis Ucapkan Terimakasih pada Presiden Jokowi

Nov 17, 2022 20:01
Presiden Prancis, Macro di acara KTT G20. (Foto dari internet)
Presiden Prancis, Macro di acara KTT G20. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Acara KTT G20 berlangsung dengan lancar di tengah kenaikan Covid-19, Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan apresiasi pada Presiden Jokowi sebagai tuan rumah. Macron menyebutkan Presidensi G20 Indonesia penuh dengan pesan solidaritas, terutama terhadap negara-negara berkembang.

"G20 kali ini tetap mampu menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat dan dapat membantu negara berkembang dan miskin," kata Macron seperti dalam keterangan tertulis dari Tim Komunikasi dan Media KTT G20, Kamis (17/11/2022).

"Ini adalah KTT G20 solidaritas," sambung Macron

Lebih lanjut Macro menyampaikan terimakasihnya pada Jokowi atas kepemimpinan G20. Macro mengatakan, Indonesia telah berupaya manghasilkan langkah konkret dari adanya acara KTT G20.

"Terima kasih Presiden Jokowi atas seluruh kerja kerasnya. Tak hanya pesan kesatuan, tapi juga ada yang harus kita capai sehingga (semuanya) menjadi lebih efisien," imbuhnya.

Dari adanya acara tersebut, tercipta kesepakatan yang cukup besar. Kesepakatan tersebut adalah alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur lewat Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) sebesar US$600 miliar. Dana tersebut bisa digunakan oleh para negara berkembang dan negara miskin hingga lima tahun ke depan.

PGII sendiri adalah upaya kolaboratif negara G7 yakni Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada dan Prancis. Itu dibentuk pada Juni 2021 saat KTT G7 ke-47 di Inggris. Sementara, untuk alokasi dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembiayaan proyek baru PGII.

Proyek PGII tersebut diantaranya Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar US$20 miliar bagi Indonesia dan Indonesia Millennium Challenge Corporation (MCC) Compact sebesar US$698 juta.

Macro mengatakan Indonesia berupaya agar negara berkembang tidak menerima dampak negatif dalam perang. "Indonesia selalu berupaya agar negara berkembang tidak terkena dampak negatif perang yang mereka tidak ikut serta di dalamnya," kata Macron.

Macro menegaskan bahwa Prancis akan tetap berkomitmen dalam merealisasikan kebijakan yang bisa bermanfaat bagi negara berkembang meski KTT G20 telah berakhir. Lebih lanjut Macro mengatakan bahwa pada Juni mendatang, Prancis akan mengadakan konferensi di Paris untuk membahas fakta keuangan dengan beberapa negara berkembang.

Dalam acara tersebut, Macro mengatakan memiliki 30 agenda hak penarikan khusus aset cadangan devisa tambahan yang dikelola IMF. "Tujuannya adalah meningkatkan solidaritas dengan negara berkembang. Kami juga akan bekerja sama dengan institusi keuangan dunia lainnya (terkait hal tersebut)," ucap Macron.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru