Malangtimes

DPKPCK Kabupaten Malang Pastikan Bedah Rumah PSBS PKE Berjalan dan Tepat Sasaran

Nov 17, 2022 19:14
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Budiar Anwar saat saat meninjau salah rumah yang sedang dalam proses pembangunan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Budiar Anwar saat saat meninjau salah rumah yang sedang dalam proses pembangunan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Sebanyak 580 rumah di Kabupaten Malang mendapatkan bantuan bedah rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bantuan tersebut disalurkan ke dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Budiar Anwar mengatakan, di Kabupaten Malang program tersebut diarahkan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem (PKE). 

"Ini adalah porgram BSPS PKE. Bantuan dari PUPR dan setiap tahun ada. Kemudian program ini nanti akan berlanjut di 2023," ujar Budiar, Kamis (17/11/2022), saat meninjau progres pembangunan rumah melalui program tersebut. 

Tinjauan tersebut dilakukan di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon. Di desa ini, setidaknya ada sebanyak 142 rumah yang menjadi target bedah rumah dalam program tersebut. 

Budiar memimpin rombongan tim fasilitator lapangan (TFL) Kementerian PUPR dan sejumlah staf DPKPCK Kabupaten Malang dalam tinjauannya tersebut. Tujuannya, untuk memastikan pembangunan berjalan dan tepat sasaran. 

Dalam bantuan tersebut, setiap unit rumah diberi bujet mencapai Rp 20 juta. Tentunya, masyarakat atau pemilik rumah yang mendapat program tersebut masih ada yang merogoh kocek pribadi untuk dapat membangun rumah. 

Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Budiar Anwar saat saat meninjau salah rumah yang sedang dalam proses pembangunan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Berdasarkan pantauan di lokasi, juga banyak masyarakat yang tidak merogoh biaya pribadi. Namun demikian, bangunan rumah juga layak dihuni. 

Budiar mengatakan, bantuan sebesar Rp 20 juta tersebut juga lebih tinggi daripada tahun lalu. Tahun lalu bantuan yang diterima untuk setiap rumah yakni sebesar Rp 15 juta.  "Mudah-mudahan tahun depan bisa naik jadi Rp 25 juta," imbuh Budiar. 

Sementara itu, pantauan di lokasi, bangunan rumah yang telah selesai dibangun juga telah lebih layak dihuni. Yakni tembok sudah dibangun dengan material permanen berupa bata ringan dan atapnya dari baja ringan. 

"Jadi, nanti kalau memang ada rezeki lebih, pemilik rumah juga sudah mau menyicil membangun plafon. Biar kalau hujan tidak terlalu berisik," jelas Budiar. 

Sementara itu, dari total sebanyak 142 rumah di Desa Ngabab yang menjadi sasaran BSPS PKE, saat ini sudah ada  112 rumah yang telah dibangun. Dan sisanya masih dalam proses pembangunan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru