Malangtimes

Wali Kota Sutiaji Dorong Peran Masjid sebagai Pusat Dakwah dan Kegiatan Sosial Ekonomi

Nov 16, 2022 19:07
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan pengarahan dalam kegiatan bimbingan teknis terkait pengelolaan zakat, infak dan sedekah yang berbasis masjid di Regents Park Hotel, Rabu (16/11/2022). (Foto: Dok. Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan pengarahan dalam kegiatan bimbingan teknis terkait pengelolaan zakat, infak dan sedekah yang berbasis masjid di Regents Park Hotel, Rabu (16/11/2022). (Foto: Dok. Humas Pemkot Malang)

JATIMTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji mendorong penguatan peran masjid  sebagai pusat dakwah serta kegiatan sosial ekonomi sehingga memberikan dampak peningkatan kesejahteraan masyarakat secara rohani dan jasmani. 

Salah satunya dengan menguatkan masjid sebagai tempat pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang amanah. Menurut Sutiaji, dana zakat, infak dan sedekah dapat dikelola oleh takmir-takmir masjid di Kota Malang untuk pengembangan ekonomi umat. 

"Dana yang dikelola takmir itu bisa dibelanjakan, diamalkan dan digunakan untuk pengembangan-pengembangan ekonomi keumatan, sehingga pemanfaatannya bisa untuk kesejahteraan. Tentu ini butuh keterbukaan," ungkap Sutiaji, Rabu (16/11/2022). 

Bimtek.

Hal itu disampaikan Sutiaji pada kegiatan bimbingan teknis penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah berbasis masjid di Regents Park Hotel. Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini mengatakan, Indonesia dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam merupakan negara yang memiliki potensi zakat, infak dan sedekah yang besar. Potensi ini merupakan sumber kekuatan pemberdayaan ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat.

Selaras dengan itu, Sutiaji berharap Baznas selaku mitra pemerintah dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat, infak dan sedekah di Kota Malang senantiasa mampu menjadi media untuk mengoptimalkan penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah melalui organisasi pengelola zakat (OPZ). 

"Harapannya, program-program Baznas Kota Malang dapat menjadi sejalan dalam upaya memakmurkan masjid sebagai pusat sosial ekonomi masyarakat, yang golnya adalah bagaimana kemakmuran jamaah ini bisa diwujudkan," ucap Sutiaji. 

Foto bersama.

Untuk mendorong terwujudnya kesadaran umat agar berzakat, berinfak, dan bersedekah, Sutiaji menyebut perlu penguatan literasi dan ketakwaan yang dilakukan secara bersama-sama, baik oleh Baznas, DMI, maupun para kiai dan ulama.

"Sehingga hubungan jamaah dengan Allah kuat dan hubungan sosialnya juga kuat. Ini tugas kita semua. Salah satunya bisa juga melalui penguatan dakwah sosial kita," ungkap Sutiaji. 

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Malang Sulaiman menjelaskan, nantinya kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi di tingkat kecamatan hingga lapisan paling bawah, termasuk masjid yang berada di kampung-kampung. 

Hal itu bertujuan agar terdapat sistem yang terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik terkait pengelolaan zakat, infak dan sedekah di Kota Malang. 

"Agar tidak salah arah, tidak salah aturan karena banyak sekali yang mengatakan atau banyak sekali yang sudah kita lihat selama ini mengelola zakat tanpa izin, mengelola zakat tanpa koordinasi. Ini marilah kita koordinasi," ujar Sulaiman. 

Selain itu, pihaknya mengajak seluruh lembaga amil xakat (LAZ) yang ada di Kota Malang untuk bergandengan tangan menguatkan pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah, khususnya dengan berbasis masjid. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru