Malangtimes

Omzet Hingga Ratusan Juta, Tembakau Asal Sumperpucung Juga Penuhi Kebutuhan Industri

Nov 16, 2022 10:20
Hasil produksi tembakau KUB Makmur Barokah saat dipamerkan di Kantor DTPHP Kabupaten Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Hasil produksi tembakau KUB Makmur Barokah saat dipamerkan di Kantor DTPHP Kabupaten Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Tembakau merupakan salah satu hasil pertanian di Kabupaten Malang yang ternyata cukup menjanjikan. Salah satunya, hasil pertanian tembakau asal Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Makmur Barokah. 

Di kelompok ini, setidaknya ada sekitar 100 petani lebih. Setiap tahun, menghasilkan olahan hasil panen tembakau mencapai lebih dari 50 ton. Yang sebagian besarnya, juga digunakan untuk mensuplai kebutuhan pabrik. 

"Kalau yang kita kirim ke pabrik itu yang generasi kedua. Jadi setelah panen pertama, tembakau itu akan tumbuh lagi, itu yang akan kita kirim ke pabrik," jelas Humas KUB Makmur Barokah, Hendri Setya Budi, Rabu (16/11/2022). 

Dalam setahun, pihaknya bisa mengirim hingga 30 ton tembakau untuk memenuhi kebutuhan industri. Pabrik yang menjadi langganan hasil panen tembakau kelompok ini juga merupakan salah satu industri rokok terbesar di Indonesia.

"Yang jadi langganan kami seperti Gudang Garam. Kalau di Malang ya Gajah Baru (dulu Gudang Baru)," jelas Hendri. 

Sedangkan untuk harganya, satu kilogram tembakau yang dikirim ke pabrik dihargai Rp 50 ribu. Itu artinya, jika dalam satu tahun yang dikirim mencapai 30 ton, omzet yang didapat dari tembakau yang dikirim ke industri mencapai Rp 150 juta. 

"Jadi kalau omzet ya tinggal dikalikan, sekitar 30 ton dikali per kilogramnya untuk (tembakau) kelas pabrik Rp 50 ribu per kilogramnya," terang Hendri. 

Sementara itu, selain memenuhi kebutuhan industri, hasil tembakau yang diproduksi kelompok ini juga untuk memenuhi kebutuhan pasar di beberapa daerah. Selain di Jawa Timur juga di Jawa Tengah. 

Untuk harganya, ternyata cukup berbeda dengan harga tembakau yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan industri. Setidaknya ada sebanyak 3 kelas yang membedakan kualitas tembakau yang diproduksi kelompok ini. 

Untuk kelas Super A dibanderol dengan harga Rp 150 ribu per kilogramnya. Dan Super B yang dibanderol Rp 145 ribu per kilogram dan Super C yang dibanderol dengan harga Rp 125 ribu per kilogram. 

"Kita penuhi pasar-pasar di beberapa daerah. Untuk yang kelas Super A sampai Super C ini. Karena memang beda kualitas," imbuh Hendri. 

Sementara itu, yang menjadi pembeda kualitas antar kelas hasil panen tembakau itu dipengaruhi beberapa faktor. Tergantung pada masa tanam, pola pengolahan setelah panen, lama waktu penyimpanan, pengeringan yang juga dipengaruhi cuaca. 

"Kalau masa panennya itu di antara 115 sampai 120 hari. Dengan waktu panen itu, bisa digolongkan kualitas super, tapi nanti harus melihat pola pengolahan setelah panen, ada yang menjemurnya cukup ada yang tidak, karena tergantung cuaca juga," pungkas Hendri. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru