Malangtimes

Dokter Wava Husada Diperiksa soal Tragedi Kanjuruhan, Berikut 33 Pertanyaan yang Diajukan Penyidik

Nov 15, 2022 19:26
Bakti Riza Hidayat, Kuasa Hukum dr. Harun Al Rasyid saat memberikan pernyataan kepada awak media usai mendampingi kliennya di Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim Times)
Bakti Riza Hidayat, Kuasa Hukum dr. Harun Al Rasyid saat memberikan pernyataan kepada awak media usai mendampingi kliennya di Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim Times)

JATIMTIMES - Menyusul dikembalikannya berkas perkara Tragedi Kanjuruhan yang dilakukan oleh Kejaksaan atau P19, Polda Jawa Timur (Jatim) dikabarkan tengah melengkapi berkas penyidikan.

Terbaru, Selasa (15/11/2022) penyidik Polda Jatim memanggil salah satu dokter umum yang bertugas di Rumah Sakit Wava Husada, Kepanjen untuk dimintai keterangan. Dia adalah dr. Harun Al Rasyid.

"Tadi diminta keterangan kepada dokter Harun soal pemanggilan dari polda tadi. Beliaunya ini sebagai dokter umum di sana (Wava Husada)," ungkap kuasa hukum dokter Harun, Bakti Riza Hidayat saat ditemui awak media usai mendampingi kliennya, Selasa (15/11/2022) malam.

Bakti menyebut, agenda pemeriksaan terhadap dokter Harun kurang lebih berjalan selama enam jam. Yakni mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Dalam serangkaian pemeriksaan yang dilakukan Polda Jatim di Polres Malang tersebut, dokter Harun dicecar sedikitnya 33 pertanyaan.

"Kalau saya melihat, tadi pemeriksaannya ada 33 pertanyaan dari Polda, terkait ini kan ada konstruksi soal berkas yang dari kepolisian yang dikembalikan oleh kejaksaan," jelas Bakti.

Menurutnya, sekitar 33 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik Polda Jatim tersebut, merupakan pertanyaan umum seputar dunia kedokteran.

"Ada sekitar 33 pertanyaan, materi global soal pandangan beliau sebagai dokter, cara penanganan yang ada di Rumah Sakit (Wava Husada, saat tragedi Kanjuruhan) seperti apa, terus ada berapa korban yang ditangani, hanya seputar itu saja. Jadi beliau hanya menjabarkan soal global ilmu kedokteran," jelasnya.

Apakah penyidik juga menanyakan seputar gas air mata? Bakti menyebut jika pertanyaan itu memang tidak ditanyakan secara spesifik. Namun, hanya sebatas penjelasan perihal pernyataannya yang di muat pada salah satu media.

"Jadi terkait soal gas air mata, memang dokter Harun tidak menyampaikan.
Jadi kalau tidak salah di media tersebut, menyampaikan ada ahli kimia yang menyatakan bahwa gas air mata mengandung zat kimia. Jadi dokter Harun tidak menyampaikan soal itu," lugasnya.

"Makanya kenapa kemudian tadi Polda menyampaikan, bisa jadi apa yang disampaikan oleh beliaunya menjadi satu keterangan ahli atau fakta. Mungkin itu yang tadi menjadi bahan pertanyaan dari penyidik," timpal Bakti.

Pihaknya menuturkan, pemeriksaan yang dijalani oleh dokter Harun merupakan kali pertama. Hingga kini penyidik juga belum memutuskan apakah akan ada pemeriksaan lanjutan terhadap dokter Harun.

"Pemeriksaan pertama kali, saya harap terakhir. Jadi tidak ada pemeriksaan lagi, supaya nanti prosesnya cepat. Sepertinya setelah ini tidak ada pemeriksaan lagi, hanya cukup itu aja. Tadi penyidiknya dari Polda ada 3 orang," Tukasnya sembari menyebut jika tidak ada intimidasi yang dialami dokter Harus saat menjalani pemeriksaan di Polres Malang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru