Malangtimes

Upaya Pelestarian Budaya, Macapat Idol Kota Batu Kembali Digelar, Siap-Siap Desember Pecahkan Rekor Muri

Nov 14, 2022 19:45
Salah satu peserta saat unjuk kebolehan dihadapan dewan juri pada lomba Macapat Idol II di Ruang Rapat Utama Kantor Kejari Kota Batu yang bakal berlangsung 14-15 November.
Salah satu peserta saat unjuk kebolehan dihadapan dewan juri pada lomba Macapat Idol II di Ruang Rapat Utama Kantor Kejari Kota Batu yang bakal berlangsung 14-15 November.

JATIMTIMES - Untuk kedua kalinya Dinas Pariwisata Kota Batu bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu dan Dinas Pendidikan menggelar Mocopat Idol. Ya Macapat Idol II ini digelar sebagai upaya untuk mewujudkan Kota Batu sebagai Kota Budaya.

Persaingan para kontestan dalam Macapat Idol II ini tak kalah ketatnya dengan Macapat Idol yang pertama. Macapat Idol II ini berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Kejari Kota Batu yang bakal berlangsung 14-15 November.

2

Dilanjutkan pada Grand Final akan dilaksanakan pada 16 November 2022 bertempat di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani. Perlombaan ini terbagi dalam lomba tersebut terdapat 2 kategori, yakni umum dan pelajar, totalnya sebanyak 45 pelajar dan 17 umum.

Kategori pelajar membawakan dua pakem tembang macapat, yakni pucung dan kinanthi. Kategori umum menembangkan dua pakem macapat, yakni sinom dan dhandanggula.

Macapat adalah tembang atau puisi tradisional Jawa. Kriteria penilaian meliputi tiga aspek yakni tembang (guru lagu, guru gatra dan guru wilangan). Berikutnya kualitas suara dan harmoni.

1

Kepala Kejari Kota Batu Agus Rujito mengatakan, digelarnya lomba ini dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Batu Ke-21 Tahun 2022. Sekaligus sebagai bentuk bahwa Kejari Kota Batu memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap nilai-nilai budaya leluhur.

Sekaligus agar ke depan ada generasi muda yang masih dan mampu meneruskan kelestarian budaya macapat.

“Kami mengharapkan generasi muda, termasuk pelajar melestarikan warisan budaya. Salah satunya seni tembang macapat agar tak luntur karena ada nilai-nilai luhur di setiap bait tembang macapat,” ucap Agus.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq pun memberikan apresiasinya lantaran lomba ini dapat terselenggara kembali. Bagi Arief lomba ini sebuah acara yang turut menjaga kelestarian budaya merupakan satu-satunya acara di Indonesia, dimana dalam hal ini Instansi penegak hukum seperti Kejaksaan berkenan untuk turut berpartisipasi langsung dalam pelestarian budaya jawa.

“Dengan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Batu yang dapat pula mengangkat nilai pariwisata yang ada di Kota Batu,” kata Arief.

Hal ini pun selaras dengan arah pembangunan Kota Batu berbudi luhur serta menegaskan sebagai destinasi wisata budaya, di samping wisata alam dan wisata buatan. Untuk itu akan disiapkan program lanjutan dan nantinya menjadi program unggulan Kota Batu.

Arief pun berencana untuk memecahkan rekor MURI pada Desember nanti. Rekor yang ingin dipecahkan yakni, melantunkan tembang macapat terpanjang selama dua hari berturut-turut yang diikuti sebanyak 200 pelajar.

“Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kejari akan berkolaborasi menggelar tembang macapat terlama. Penyelenggaraanya tepat saat peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember nanti,” harap Arief.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru